20 Mei 2024

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB dan Eselon III Hadiri Acara Pembukaan Sosialisasi dan Fasilitasi TKDN-IK serta Sosialisasi OVOP

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB beserta perwakilan Eselon III menghadiri acara pembukaan Sosialisasi dan Fasilitasi TKDN-IK (Teknologi, Keterampilan, dan Kekayaan Intelektual) serta Sosialisasi One Village One Product (OVOP). Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan berlangsung di Prime Park Hotel.

Dalam sambutannya, Dirjen Kementerian Perindustrian RI, menggarisbawahi pentingnya upaya pengembangan TKDN-IK dalam meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global. Ia menekankan bahwa TKDN-IK menjadi kunci utama dalam membangun ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi. Selain itu, sambutannya juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kekayaan intelektual sebagai upaya untuk mendorong inovasi dan menciptakan nilai tambah bagi produk-produk industri Indonesia.

Di sisi lain, Kadis Perindustrian Provinsi NTB memberikan sambutan yang memaparkan komitmen daerah dalam mendukung program-program nasional seperti TKDN-IK dan OVOP. Beliau menyatakan bahwa Provinsi NTB siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mengimplementasikan program-program tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan potensi industri lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Setelah pembukaan acara dan penyampaian materi terkait TKDN-IK serta OVOP, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) dan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Para peserta diajak untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya SIINAS dalam memperkuat basis data industri nasional yang akurat dan terkini. Selain itu, materi sosialisasi TKDN memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kebijakan yang mengatur persentase penggunaan komponen dalam negeri dalam produksi industri, serta manfaatnya bagi pengembangan industri lokal dan peningkatan kemandirian ekonomi nasional.

Para peserta yang terdiri dari pelaku industri kecil menengah yang sudah memiliki akun SIINAS atau yang tidak memiliki akun SIINAS terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai kedua konsep tersebut. Beberapa studi kasus dan contoh implementasi yang sukses juga disajikan untuk memberikan gambaran praktis bagi peserta tentang bagaimana SIINAS dan TKDN dapat diterapkan dalam konteks industri nyata.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta tentang pentingnya menggunakan SIINAS sebagai alat untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengelola industri nasional secara efektif. Sementara itu, pemahaman yang lebih baik tentang TKDN diharapkan dapat mendorong adopsi kebijakan ini oleh pelaku industri guna meningkatkan kualitas produk, mengurangi ketergantungan pada impor, serta memperkuat daya saing industri dalam negeri.