16 Juni 2021

Dinas Perindustrian Prov. NTB Memonitoring IKM Terasi Lakara Salwa

Dinas Perindustrian Provinsi NTB yang diwakili Bidang Agro mengunjungi IKM Terasi Lakara Salwa di Dusun Kampung Baru, Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur pada Rabu (21/04/2021).

IKM Terasi Lakara Salwa merupakan IKM mandiri yang memproduksi terasi oven, sangrai, dan bakar. IKM yang didirikan oleh Bapak Kaharuddin ini memiliki 12 karyawan yang terdiri dari anak-anak yang putus sekolah. Produk terasi yang memiliki kapasitas produksi 200kg/hari ini juga dipasarkan hingga Bali dan Jawa dengan sistem pemasaran online.

Adapun permasalahan yang dihadapi IKM Terasi Lakara Salwa yakni belum menemukan bahan baku yang bagus dari lokal, sehingga bahan baku yang digunakan saat ini diambil dari Jawa dikarenakan lebih bagus dari tingkat keasinan, udangnya tidak berpasir, dan udangnya lebih cepat terfermentasi. Juga kekurangan alat pembakar, tabung gas, dan wajan.

Bidang Agro Disperin Prov. NTB menanggapi permasalahan tersebut dengan melakukan pendampingan dan memberikan saran untuk mengajukan proposal bantuan peralatan kedepannya.

Industry Office of NTB Monitor SME of Terasi Lakara Salwa

Industry Office of West Nusa Tenggara, represented by Agro Division visited SME ofTerasi Lakara Salwa in Kampung Baru, Labuan Lombok Village, Pringgabaya District, East Lombok Regency on Wednesday (21/04/2021).

SME of Terasi Lakara Salwa is an independent SME that produces oven, roasted, and roasted terasi. The SME, was founded by Mr. Kaharuddin, has 12 employees consisting of children who have dropped out of school. This terasi product, which has a production capacity of 200kg / day, is also marketed to Bali and Java with an online marketing system.

The problem faced by IKM Terasi Lakara Salwa is that they have not found good raw materials from local, so the raw materials used today are taken from Java because they are better than the salinity level, the shrimp is not gritty, and the shrimp ferments faster. Also lack of burners, gas cylinders and pans.

Respond to those problem, Agro Division team providing assistance and suggestions for submitting proposals for future equipment assistance.