22 April 2024

Disperin Ikut Serta dalam Rapat Penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Sampah Rinjani

Memperhatikan keputusan Gubernur NTB nomor 660-801 tahun 2023 tentang Tim pembangunan sistem tata kelola sampah pada destinasi pariwisata Sembalun dan Permen LHK nomor 75 tahun 2019, tentang Peta jalan pengurangan sampah oleh produsen, Dinas LHK melakukan rapat penyusunan peta jalan pengelola’an sampah Rinjani yg dilaksanakan di Ruang rapat Anggrek pada tgl 5 Maret 2024 yang dipimpin oleh Asisten tiga Setda prov. NTB.
Rapat dihadiri oleh OPD terkait dari provinsi dan kabupaten-kota serta stakeholder terkait lainnya.

Permasalahan sampah selalu menjadi dilema di wilayah pariwisata termasuk di TNGR . Minimnya anggaran tata kelola sampah, yg berakibat minimnya sarpras dan biaya pemeliharaan, TPA overload dan blm masifnya pelaksanaan edukasi yg dilakukan, selain itu juga beberapa kendala dalam pengelola’an sampah antara lain : masih rendahnya kesadaran masyarakat dlm pengelola’an sampah, minimnya cakupan layanan yg berpotensi terjadinya timbulan sampah ilegal, sehingga menjadikan permasalahan yg dihadapi disetiap wilayah atau kab-kota. Oleh karenanya dipandang penting untuk membangun peta jalan pengelola’an sampah Rinjani untuk menjadi rujukan bagi semua pihak dalam melakukan pengelola’an sampah , terutama di destinasi wisata.

Asisten bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Setda NTB dalam arahannya mengatakan dalam pembuatan peta jalan ini ada Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :
Mengidentifikasi masalah yg dihadapi terkait persampahan, menetapkan target pengurangan dan penanganan sampah, membangun referensi tata kelola sampah serta membagi peran para pihak dalam tata kelola sampah di kawasan Rinjani dan sekitarnya. Sehingga bisa mendapatkan keluaran seperti apa yg diharapkan yaitu :
Terbentuk; tabel peta jalan pengurangan sampah, pedoman strategi komunikasi informasi dan edukasi pengelola’an sampah, skema insentif dan disinsentif bagi penghasil sampah di kawasan Rinjani dan sekitarnya.

Pembina Industri Ahli Muda Ety Hartati sebagai perwakilan peserta rapat dari Dinas Perindustrian NTB mengatakan bahwa dalam pengolahan sampah perlu ada sentuhan industrialisasi, dengan menerapkan ekonomi sirkular sehingga dapat memberikan kesejahtera’an bagi penduduk setempat, sehingga kedepannya sampah bukan lagi menjadi suatu permasalahan di masyarakat tetapi menjadikan berkah bagi masyarakat setempat.

Penyusunan Peta jalan pengelola’an sampah Rinjani ini akan dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, dengan menetapkan tugas dan target dari para pihak yg harus diselesaikan tiap tahunya dan dituangkan dalam Surat keputusan Gubernur, pelaksanaan akan dimulai bulan Maret 2024.