17 Juni 2024

Hadirkan Wajah Baru dalam Kuliner NTB, Dinas Perindustrian Provinsi NTB Gandeng Joongla dalam Bimtek Pengolahan Makanan Bagi UKM kota Mataram

Senin, 5 Februari 2024 Dinas Perindustrian Provinsi NTB mengadakan Bimtek Pengolahan makanan bagi UKM di Kota Mataram . iktikad ini merupakan bentuk keseriusan Dinas Perindustrian dalam mendukung dan memajukan eksistensi industri pengolahan makanan untuk hadir dengan nuansa yang berbeda.

Dalam acara bimtek tersebut turut hadir Dinas Perindustrian,Koperasi dan UMKM Kota Mataram yang harapan menjadi jembatan penghubung masifnya gerakan industrialisasi di kota Mataram.

Bimtek Pengolahan makanan ini sendiri akan terlaksana selama 8 hari dengan dua batch .batch pertama untuk IKM kota Mataram dan batch kedua untuk IKM di Lombok Timur dengan lokasi inti di Sembalun. Pemilihan kedua lokasi ini sendiri memperhatikan potensi serta kesiapan IKM yang dibina.Sunset Land dipilih menjadi lokasi tujuan bimtek kota Mataram dengan pertimbangan potensi wilayah yang sangat mendukung serta IKM yang kondusif dan siap dibina. Untuk desa Sembalun di Lombok Timur sendiri tentunya memiliki alasan karena tempat indah memiliki pesona khsus yang sangat berpotensi meningkatkan ketertarikan pengunjung.

Dalam bimtek ini turut hadir Narasumber utama yakni Tim Joongla yang diharapkan mampu memberikan insight baru terhadap wajah kuliner di Nusantara Tenggara Barat.keberhasilan Jongla yang mampu membawa makanan Nusantara mendunia menjadi semangat inovasi Dinas Perindustrian untuk semakin berupaya mendukung IKM Kuliner yang ada di NTB mampu terus berinovasi dan berkreasi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB menyampaikan bahwa dengan bimtek ini ,para IKM diharapkan mampu menyadari besarnya potensi sumber daya alam yang NTB miliki untuk diolah lebih moderen dan trendy
“Jika kita mampu mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam yang kita memiliki menjadi hidangan yang bernilai internasional, maka roda perekonomian kita akan lebih pesat, dampak secara nyata akan dirasakan pengusaha lokal, untuk kembali ke tanah Kita sendiri “(ungkap Nuryanti)