22 April 2024

Apresiasi Rencana Bisnis dan Pengelolaan pabrik enholajan garam Kab Bima, Disprin hadiri rapat Dinas Perikanan dan kelautan Prov.NTB

Kamis, 4/1/2024
Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, dan Kabid Kerjasama, Pengawasan, promosi dan Investasi. BAHRUL Helmi dan L.M.Hakim pada Rapat Pembahasan rencana bisnis plan pengelolaan pabrik pengolah garam di Kab.Bima.
Rapat dipimpin oleh Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, peserta : OPD terkait dan juga Direktur PT. Gerbang NTB Emas (PT. GNE), sekaligus memberikan gambaran tentang Bisnis plan dan pengelolaan pabrik garam.
Kepala Dinas Kelautan dan perikanan pd pembukaan menyampaikan bahwa maksud dan tujuan rapat yaitu utk menyiapkan bahan pada rencana Rapat Kordinasi di Kab Bima sekaligus dirangkai dgn Jumat Salam pada tgl 19 Jan 2024 terkait rencana akan dibangun pabrik garam di Kab. Bima yang sumber anggaran dari kementerian Kelautan dan Perikanan RI dgn total anggaran 10 Milyar utk pembangunan fisik, sedangkan terkait lahan akan dipersiapkan oleh Pemda Kab Bima. Pabrik garam akan memproduksi garam kasar menjadi garam halus, kemudian akan melibatkan para IKM/UKM yg akan memproduksi/mengemas garam tsb utk siap dipasarkan. Kemudian mengharapkan masing2 OPD sesuai Tusi utk mendukung pembangunan pabrik garam.
Direktur PT. GNE yang rencana sebagai pengelola pabrik garam menyampaikkan bisnis plan al: alur distribusi yg akan melibatkan para IKM, BUMDES, Supermatket dll, kemudian Skema pembiayaan dgn melibatkan Pemerintah (para bank, NGO) disamping itu juga perlu memperhatikan jaringan infrastruktur atau sarpras utk mendukung pengolahan garam. Dinas Perindustrian (Bahrul Helmi) menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pabrik garam di Kab.Bima dan menjelaskan proses perizinan berusaha industri sebagaimana yg ditanyakan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan, selain itu juga Disperin siap utk melakukan pengembangan ekosistem garam yang melibatkan IKM sekitar di daerah pabrik yg rencananya akan dilibatkan melakukan pengemasan dgn merk masing masing IKM melalui bimtek pengemasan, peningkatan SDM, dll.
Dinas perdagangan Provinsi NTB menyampaikan saran perlu di tetapkan harga eceran tertinggi (HET) utk garam supaya pengelola dgn IKM mudah utk proses pembelian/penjualan, sebagai penutup pak Kadis menyampaikkan di Provinsi NTB terkait regulasi garam sdh ada Perda. DUM🙏