25 September 2021

Aisyah Odist : Limbah Daun Nanas Naik Kelas

Nanas. Manis, menyegarkan, mengundang selera. Siapa yang tahan melihat nanas dalam bentuk olahannya. Mau jadi apa saja, nanas tetap menggoda.

Selama ini nanas diolah hanya sebatas dagingnya saja. Daunnya menumpuk menjadi limbah. Terbuang begitu saja.

Untunglah NTB punya seorang Aisyah Odist.  Perempuan tomboy penuh ide kreatif ini tergerak untuk mengolah limbah nanas menjadi bahan benang. Serat daun nanas menjadi bahan benang adalah “ide gila” seorang Aisyah Odist. Entah apa yang merasuki nya. 😊

Serat daun nanas menjadi bahan benang tadi kemudian dikolaborasikan dengan penenun di wilayah Sukarara – Lotim. Memberdayakn perempuan, mengolah limbah daun nanas menjadi serat bahan benang.

Hasilnya, bukan sulap, bukan sihir, lahirnya brand Pinalo.  Kain tenun berbahan baku serat nanas. Ketika benang dipintal menjadi kain, oleh para penenun terampil, maka bahan kain tersebut bisa diolah lagi menjadi berbagai pernik kerajinan konveksi lainnya. Sebut saja, tas tangan, selendang, pakaian, dompet dan aksesoris lainnya.

Aktifis lingkungan yang kerap menjadi pembicara dalam berbagai event nasional dan internasional ini seolah tidak pernah jauh dari dunia persampahan. Penggiat Bank Sampah NTB Mandiri, sekarang mengolah limbah nanas menjadi bahan konveksi. Ide orisinal yang lahir dari perjuangan panjang atas “ide gila” yang terus didorong nya menjadi aksi nyata.

Di tangan Aisyah Odist, limbah nanas telah naik kelas. Semoga esok hari, akan ada “the next Aisyah Odist” yang mengolah limbah menjadi naik kelas seperti nanas. Belajar dari Aisyah Odist, semua mungkin saja.

“Jika langkah pertama sudah dimulai, pintu yang lain akan terbuka, jangan biarkan mimpimu hanya teori”, semoga kutipan hebat dari perempuan luar biasa ini menjadi inspirasi buat kita semua.

Terima kasih Aisyah Odist, NTB harusnya bangga dengan perempuan perempuan hebat seperti ini. Semoga akan lahir the next Aisyah Odist agar NTB semakin gemilang.

Note : Konten by PPID Disperin, infografis by PPID Diskominfotik. Atas izin resmi dari Aisyah Odist.