16 Juni 2024

Jumat Salam di Minggu ini, Tim Dinas Perindustrian NTB mengunjungi Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Perindustrian NTB bersama kepala UPTD Balai Kemasan Produk Daerah, Kepala bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri dan Kepala Bidang Kerjasama Dinas Perindustrian NTB. Kunjungan ini disambut hangat Kepala Desa Bukit Tinggi di Aula Kantor desa Bukit Tinggi. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Camat Gunung Sari, Sekretaris Desa Bukit Tinggi beserta jajaran, Kepala Dusun se Desa Bukit Tinggi, ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, Pelaku usaha dan perwakilan masyarakat setempat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttaqin. Dalam sambutanya, beliau sangat mengapresiasi program Jumat Salam yang dilakukan Pemprov NTB, berkeliling ke tiap desa untuk menyerap dan mendengar apa yang menjadi permasalahan masyarakat di Desa sehingga permasalahan-permasalahan yang ada bisa tersampaikan dan dapat terselesaikan sesuai dengan harapan dari masyarakat maupun pemerintah.

Beliau juga menyampaikan Selamat datang di Desa Bukit Tinggi, yang memiliki Geografis perbukitan dengan sumber daya alam yang berlimpah. Harapannya agar pemprov NTB dapat memberikan program langsung dari provinsi, pembinaan serta mampu melihat peluang Desa wisata, air terjun dan Bendungan yang dibangun disini. Tentunya mendatang akan menyerap wisatawan mancanegara maupun lokal. Masyarakat juga belum mampu mengelola sumber daya alam yang berlimpah dan belum mampu membaca peluang. Harapannya Ibu-ibu PKK juga bisa memiliki produk sendiri sehingga Desa Bukit Tinggi dapat maju merekah.

“Sebuah inovasi baru yang dilakukan oleh Pemprov NTB melalui jumat Salam dalam menyerap aspirasi masyarakat, tentu ini sangat membantu kami” Ujar Ahmad (24/11).

Pada Jumat salam kali ini tim Dinas perindustrian NTB memberikan bantuan alat dan Kemasan yaitu Handsealer dan plastik standing pouch kepada perwakilan PKK Desa Bukit Tinggi.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama Sekdis Perindustrian NTB Dra. Sri Irianti menyampaikan hajatan Jumat Salam. Jumat salam yaitu Jumpa masyarakat yang dimana saat ini Disperin Mewakili Pemprov NTB.

“Jika masyarakat mengalami masalah terkait dinas silahkan menyampaikan aspirasinya, secepatnya kami bermitra dengan OPD lain, menyerap aspirasi dan harapan warga masyarakat desa bukit tinggi. Tidak hanya permasalahan namun melihat peluang di desa ini” Ungkap Sri (24/11).

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama masyarakat terkait dan terdapat beberapa pokok permasalahan antara lain seperti, Pemasaran produk serta permodalan yang kurang, itu merupakan kendala terbesar pelaku UMKM rata-rata. Beberapa masalah di atas ditanggapi langsung oleh kepala balai kemasan.

“Untuk mengakomodir permasalahan tersebut, Disperin memiliki galery industri dimana produk UMKM bisa di tampilkan di galeri bertujuan membantu penjualan UMKM, serta dibantu juga untuk promosi. Produk yang ditampilkan tidak hanya tenun, tapi juga produk kerajinan, olahan pangan khas NTB” Ucap Agus Supriyanto (24/11).

Kemudian beliau melanjutkan memaparkan tentang program unggulan Balai Kemasan yaitu hadirnya rumah pengemasan steril bertujuan memperpanjang umur simpan produk khas atau kuliner legend seperti Ares, ayam pelcingan dan lain-lain.

Dalam kunjungan tersebut kepala dinas perindustrian ntb Nuryanti ikut menanggapi beberapa persoalan dan yang didapat dari jumaat salam tersebut, beliau menyampaikan tentang bagaiamana desa bisa memanfaatkan potensi desa bukit tinggi menjadi role model desa-desa lain.

“Terkait peluang wisata, Desa dapat membentuk Pokdarwis melibatkan Karang Taruna untuk mengolah tempat wisata di Desa Bukit Tinggi. Untuk penetapan sebagai daerah wisata air terjun dapat berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata dan LHK dalam membantu perizinan sehingga adanya wisata desa bukit tinggi memberikan dampak manfaat lebih besar kepada masyarakat setempat” Ungkap Nuyanti (24/11).

Kemudian beliau melanjutkan untuk membetuk ekosistem bagi para IKM seperti IKM produk gula, kopi hingga tuak manis yang bisa di olah menjadi meniman yang kekinian ketika di olah sebaik mungkin.

Masyarakat bukit tinggi juga memiliki ide untuk membuat program satu rumah satu pohon anggur, maka petani anggur tersebut nantinya akan disandingkan dengan Dinas Pertanian, dengan sebelumnya melihat anggaran untuk pelatihan dan kesiapan program untuk dilaksanakan.