5 Maret 2021

Dusun Berembeng: Embrio Lahirnya Ekosistem Industri Permesinan di NTB

Secara konsep, industrialisasi NTB mengedepankan mekanisasi berbasis permesinan sebagai salah satu penggerak utama. Mengolah komoditas unggulan NTB dengan menggunakan mesin untuk meningkatkan nilai tambah produk IKM NTB. Tentunya, mesin-mesin buatan IKM NTB. Untuk menggerakkan hal tersebut, ekosistem industri harus dibangun. Di seluruh sektor. Sebagai jejaring antar IKM NTB. Saling memasok dalam sebuah rantai produsen dan konsumen yang saling mengisi dan melengkapi. Dari IKM NTB, untuk IKM NTB. Menuju NTB Gemilang.

Untuk mendorong pengembangan IKM permesinan di NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME didampingi oleh Tim Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kab. Lombok Tengah, serta Kepala Desa Pengenjek, Khairuddin, S,Pd beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Dusun Berembeng, Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat Kab. Lombok Tengah, Selasa, 19 Januari 2021.

Dalam kunjungan kerja ini, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME memberikan atensi kepada para pengrajin pande besi Dusun Berembeng yang telah berhasil membuat alat-alat mekanisasi sederhana seperti arit, parang, kapak, mata pacul, keris bahkan pedang dari bahan dasar besi. Alat-alat mekanisasi sederhana ini dibuat dengan menggunakan peralatan sederhana buatan warga Dusun Berembeng sendiri. Konsep sentra industri yang saling mengisi kebutuhan peralatan dalam sebuah rantai pasok yang terjaga telah berjalan dengan baik di dusun ini. Hal ini dimungkinkan karena hampir sebagian besar warga Dusun Berembeng memiliki keterampilan dalam hal pengolahan besi menjadi peralatan mekanisasi sederhana tersebut. Warisan keahlian dari masa lalu yang terus dilestarikan oleh masyarakat Dusun Berembeng. Mempertahankan warisan budaya sembari membuka ladang usaha. Benar-benar luar biasa. Luar biasa dalam kesederhanaannya.

“Kita (Dinas Perindustrian NTB, red) akan terus mendorong penggembangan keterampilan kawan-kawan Brembeng ini, konsep ini menarik, jika mereka bisa membuat peralatan sederhana dari besi, maka ke depannya, harusnya kawan-kawan ini bisa juga membuat bagian (spare part) dari mesin-mesin IKM di NTB, tinggal kita dorong dan kita latih keterampilannya”, ujar Nuryanti dengan antusias. Antusiasme yang terbangun dari mimpi besar untuk membangun ekosistem industri sebagai pondasi industrialisasi NTB. Ekosistem industri yang terbangun dari heterogenitas pemasok yang saling terhubung dalam sebuah rantai pasok produsen dan konsumen yang terjaga dalam koridor industri.

“Pelaku IKM Brembeng ini luar biasa, mereka sudah bisa membuat sabit, pedang dan sebagainya, bahkan ada yang sudah bisa membuat mesin untuk membuat peralatan yang dibuat oleh pelaku IKM lainnya, dan IKM-IKM permesinan di Dusun Berembeng ini merupakan embrio berkembangnya ekositem industri “, kembali Kepala Dinas Perindustrian NTB menyampaikan harapan besar untuk mendorong pengembangan sentra industri pande besi Brembeng ke depan. Membuat komponen-komponen dasar dari mesin-mesin IKM NTB, untuk kemudian dirakit menjadi alat dan mesin sesuai dengan kebutuhan pelaku IKM di NTB. Konsep ekosistem industri seperti ini yang akan dibangun untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya IKM permesinan di NTB.

Dari Berembeng, mimpi untuk membangun ekosistem industri sebagai pondasi industrialisasi NTB ini mulai dirajut. “Tahun 2021, Insya Alloh, pondasi industrialisasi NTB ini akan selesai kita bangun”, demikian disampaikan Nuryanti, SE., ME dalam rilisnya beberapa waktu yang lalu. Jika konsep ekosistem industri sebagai pondasi industrialisasi NTB sudah bisa terbangun, maka pengembangannya tinggal didorong dan dipertahankan eksistensinya. Sebagai langkah awal, pengembangan kompetensi pelaku di sentra IKM Berembeng akan terus digagas dan ditindaklanjuti. Bersama teman-teman Disperindag Kabupaten Lombok Tengah dan Pemerintah Desa setempat tentu saja. Luar Biasa, sepertinya hal ini menarik sekali untuk menjadi sebuah headline berita. Kolaborasi dalam membangun ekosistem industri menuju NTB Gemilang (KM)