14 Juli 2024

Peningkatan Ekonomi UMKM NTB: Diseminasi Hasil Survei BISAID dan Wisuda Wirausaha Unggulan Bank Indonesia

Rabu, 22 November 2022

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME. Menghadiri kegiatan Diseminasi Hasil Survei Database Profil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Potensial Dibiayai (BISAID) Provinsi NTB Tahun 2023 yang dirangkai dengan Wisuda Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) provinsi NTB 2023, Wisuda ini diikuti oleh 30 UMKM yang dinyatakan lulus kurasi. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB di Mataram.

Kegiatan dihadiri juga oleh PJ Sekda NTB bapak Drs. H Fathurrahman, M.Si, beberapa kepala OPD lingkup Provinsi NTB, LP2M UIN Mataram, Pihak Perbankan dan UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah provinsi NTB, Berry A. Harahap menyampaikan BI telah melaksanakan survei dengan menggandeng pihak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Mataram terhadap kurang lebih 130 UMKM di seluruh kabupaten/kota di provinsi NTB. Survei ini dilaksanakan untuk mendata UMKM yang memiliki potensi untuk diberi bantuan pembiayaan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Survei telah dilaksanakan selama 6 bulan, diproleh dari 130 UMKM sejumlah 62 UMKM memiliki kriteria yang layak untuk dibiayai oleh lembaga perbankan. Kriteria UMKM yang dinyatakan layak untum dibiayain diantaranya adalah usaha telah berjalan minimal selama 3 tahun, tidak sedang mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan, membutuhkan pembiayaan untuk pengembangan usaha, memiliki sistem pencatatan keuangan yang terjadwal dan memiliki kelengkapan dokumen persyaratan usaha.

Survei ini dilakukan oleh BI untuk memberikan informasi sebagai rujukan untuk pelaku industri, pihak perbankan dan pemerintah provinsi NTB untuk membantu meningkatkan kapasitas dan kualitas UMKM, sehingga akan terbentuk sumber sinergi yang kolaboratif untuk meningkatkan perekonomian daerah. Pada triwulan ke-3 tercatat pertumbuhan ekonomi NTB tumbuh 1,58% secara year on year dari tahun sebelumnya dengan tingkat inflasi berada pada angka 2,66% dan kinerja penyaluran kredit yang masih rendah yakni berada pada 8,3% year on year lebih tinggi 0,44% dari tahun sebelumnya. Penyaluran kredit kepada UMKM tumbuh dari 5,77% mencapai 9,26% namun nilai ini masih jauh dari target 30% pada tahun 2024 mendatang sesuai amanat presiden Indonesia. Rendahnya angka penyaluran kredit ini karena belum adanya assymetric information antara lembaga perbankan dengan UMKM yang belum valid sehingga sulitnya UMKM untuk memperoleh pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

“Melalui survei ini diharapkan besarnya gap tadi akan bisa kita atasi bersama” ungkap Berry Harahap

PJ sekda provinsi NTB bapak Drs. H. Fathurrahman, M. Si. sangat mengapresiasi survei yang telah dilakukan oleh pihak BI, karena akan sangat memberikan semangat baru untuk para pelaku UMKM untuk mampu bertahan di tahun-tahun awal pendirian usaha.

“Banyaknya keluhan para UMKM memang selalu persoalan modal merupakan persoalan uatama kekita UMKM bertumbuh, terutama di 3 tahun awal” paparnya.

Dengan minimnya bantuan dana dikhawatirkan banyak pelaku UMKM yang menyerah di tahun awal berdiri. Dengan adanya data hasil survei ini akan menghubungkan para pelaku UMKM dengan pihak perbankan untuk mempermudah perolehan bantuan pembiayaan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

“Dukungan nyata BI memberikan percepatan peningkatan kualitas produk UMKM sehingga berpotensi untuk produksi skala ekspor, sekali lagi sebagai perwakilan pemerintah provinsi NTB kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak sehingga terciptanya ekosistem ekonomi daerah yang kondusif, mari tingkatkan sinergi dan kolaborasi” ucapnya sekaligus membuka kegiatan tersebut.