18 April 2021

WISATA INDUSTRI: PELUANG PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS INDUSTRI LOKAL

Konsep Pengembangan Wisata Industri

Berbicara pariwisata, sejauh ini identik dengan pemandangan alam, pantai, gunung dan hutan. Pun, patron lokasi wisata tidak pernah jauh dari lokus tersebut: menjual keindahan alam, panorama, dan keindahan sebuah tempat. Spot swafoto menjadi salah satu nilai jual yang tidak lepas dari koridor konsep pariwisata ini.  Bahkan konsep desa wisata, yang saat ini sedang berkembang pun tidak lepas dari menjual keindahan sebuah panorama alam atau spot lain yang bersifat alami.

Menurut Cooper (1993), sebuah lokasi wisata bisa dibuat selama memenuhi unsur 4 A, yaitu Atraksi, Aktifitas, Aksesibilitas dan Amenitas. Keempat konsep tersebut apabila dapat dipenuhi oleh sebuah lokasi atau dibuat menjadi seperti itu, maka lokus atau objek tersebut layak untuk dijual sebagai sebuah destinasi wisata.

Provinsi  NTB merupakan salah satu destinasi wisata nasional. Siapa yang tidak kenal dengan panorama pantai Senggigi, keindahan Tiga Gili, atau wisata alam Gunung Rinjani dan Tambora. Tidak ketinggalan, Pulau Moyo dan Pulau Satonda yang melegenda, saat ini Pantai Pink di Jerowaru Lotim dan Kawasan Gili Balu di Sumbawa Barat telah mulai dilirik sebagai destinasi wisata baru yang sedang naik daun. Tidak lepas pula destinasi wisata lokal yang telah terkenal di seantero NTB, wisatawan mulai berdatangan dan mendatangkan pendapatan untuk daerah. Memberikan multiflier effect yang luar biasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar dari destinasi wisata tersebut tidak lepas dari konsep di atas. Menjual keindahan alam, panorama, dan hasil karya Tuhan Yang Maha Esa. Konsep wisata artifisial belum menjadi trend, hal ini mungkin karena konsep bahwa pengembangan destinasi wisata pastinya butuh biaya besar, investasi tinggi, dan hanya bisa dilakukan oleh sekelompok pemilik modal dengan konsep bisnis yang rumit dan tidak terjangkau oleh khalayak ramai.

Melihat peluang pengembangan wisata dari sudut yang berbeda harus dilakukan. Sebagai strategi pengembangan wisata. Konsep pengembangan desa wisata dalam membangun wisata berbasis potensi desa cukup menarik untuk disimak. Potensi desa adalah nilai jual. Menarik minat publik untuk berkunjung ke desa dengan mengedepankan potensi desa. Strategi ini cukup menarik, dan telah diinisiasi oleh beberapa desa di Provinsi NTB sebagai basis pengelolaan desa.

Sejalan dengan konsep desa wisata, pelaku industri khususnya industri kecil pun pada prinsipnya memiliki peluang sama untuk menjadi objek wisata baru. Konsep ini dibangun dengan melihat peluang wisata yang dapat dibangun dari sebuah aktifitas industri. Edukasi tentang proses produksi sebuah produk dapat menjadi nilai jual. Menghibur, selain menambah pengetahuan. Sembari berwisata, minat untuk berwirausaha akan tumbuh setelah melihat proses produksi. Kerjasama bisa terbangun, manfaat lain silahkan didiskusikan.

Melihat pelaku industri sebagai sebuah objek wisata baru pada prinsipnya adalah peluang. Tinggal bagaimana membenahi pelaku industri agar layak menjadi destinasi wisata. Tentunya konsep 4 A diatas tidak boleh ditinggalkan. Amenitas, kenyamanan pengunjung adalah tujuan utama. Bagaimana peluang pelaku industri di NTB untuk menjadi objek wisata, mari kita bedah satu persatu sesuai dengan konsep pengelolaan wisata.

Pengelolaan Wisata Berbasis 4 A

Berbicara tentang pengelolaan konsep wisata, tidak terlepas dari 4 A. Apa yang menjadi daya tariknya, apa saja aktifitas yang mungkin dilakukan, bagaimana aksesibilitasnya dan apa saja faktor pendukung untuk membangun amenitas untuk pengunjung. Keempat konsep tersebut dibedah dalam koridor pelaku industri NTB. Bagaimana membedahnya, mari kita bahas bersama.

  1. Atraksi

Atraksi adalah kunci. Apa daya tarik yang membuat seorang pengunjung harus datang ke sebuah tempat wisata. Pantai misalnya, daya tarik apa yang ditawarkan oleh sebuah lokasi pantai untuk menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik. Melihat matahari terbenam? Menyelam (diving)? Menyelam di permukaan (snorkeling)? Berselancar (surfing) ?Spot selfie yang menarik? Atau jajanan kuliner khas pantai seperti kelapa muda? Semua itu adalah nilai jual utama sebuah lokasi wisata. Berbagai brosur dan agen pemasaran akan menjual hal tersebut dalam promosinya. Karena itulah nilai jual utama sebuah destinasi wisata.

Bagaimana dengan wisata industri? Apa yang menjadi daya tarik utamanya. Tentu saja proses produksinya. Bagaimana sebuah produk itu dibuat? Apa saja bahan bakunya? Siapa yang terlibat? Bagaimana pemasarannya? Bagaimana pelaku industrinya memulai usaha tersebut? Terinspirasi dari siapa? dan hal-hal lain yang terkait dengan dunia industri itu sendiri. Tempe misalnya, banyak di antara kita yang mungkin ingin tahu dan penasaran, bagaimana cara sebuah tempe diproduksi. Bagaimana mencampur ragi dengan adonan kedelai? Bagaimana memproses sebuah tempe dari bahan baku kedelai? Dan proses lain yang terlibat sampai menghasilkan sebuah tempe yang lezat untuk disantap. Sebagian kita mungkin berargumen, cari saja di internet, ada kok proses pembuatan tempe, namun tentu saja, melihat langsung proses produksi sebuah produk akan memberikan nuansa yang berbeda. Dunia maya adalah segalanya, namun melihat dengan mata kepala tentunya memberikan rasa yang lebih nyata.

Kekuatan nilai jual pada proses produksi khususnya untuk beberapa produk industri unggulan di NTB tentunya merupakan ceruk pasar yang perlu untuk dikembangkan. Pernahkah kita melihat proses pembuatan teh kelor? Atau melihat proses pengolahan rumput laut menjadi biskuit? Atau mengamati dari dekat bagaimana sebuah kain tenun Sasambo dibuat? Atau melihat proses pengolahan sampah plastik menjadi sebuah dompet dan kerajinan cantik? Atau penasaran dengan proses pembuatan sebuah kerajinan tas dari anyaman bambu? Bagaimana dengan pembuatan sabun cuci piring lokal NTB? Proses produksi produk pelaku industri tersebut adalah nilai atraksi terbaik yang dapat ditawarkan sebagai nilai jual dalam pengembangan wisata industri di Provinsi NTB. Tentunya, banyak sekali produk olahan pelaku industri lainnya yang memiliki nilai jual tinggi untuk dikembangkan. Dengan kekhasan masing-masing. Sesuai dengan produk yang mereka tampilkan.

2. Aktifitas

Berbicara mengenai aktifitas, tentunya ini adalah sudut pandang yang berbeda. Jika berbicara mengenai atraksi, adalah daya tarik dari pelaku industri sebagai destinasi wisata. Berbicara mengenai aktifitas, adalah membangun konsep tentang apa yang dapat dilakukan seorang pengunjung pada sebuah lokasi wisata. Dalam ini tentunya saja sektor industri. Aktifitas merupakan bentuk perilaku yang dilakukan pengunjung di sebuah lokasi wisata terkait dengan lokasi wisata yang dilakukan. Jika sebuah lokasi wisatanya merupakan sebuah sektor industri, maka aktifitas yang dilakukan pun tidak akan jauh dari koridor tersebut. Aktifitas yang memungkinkan dilakukan di lokasi wisata industri dapat berupa sight seeing proses produksi sebuah olahan komoditas, pembelajaran mengenai proses olahan sebuah komoditas, wawancara dan success story dengan pelaku usahanya, diskusi tentang bahan baku sampai menjadi produk olahannya, edukasi dalam bentuk riset dan penelitian dasar mengenai komoditas industri maupun bentuk aktifitas lainnya seperti swafoto, transfer keilmuan dan diskusi untuk pengembangan komoditas yang diolah. Semua aktifitas tersebut tentunya merupakan peluang usaha untuk pengembangan sebuah lokasi industri yang dijadikan spot wisata. Koridor edukasi dan feed back dalam bentuk peluang kerjasama dengan pemilik usaha industri merupakan mekanisme yang dapat didorong sebagai bentuk pengembangannya. Banyak kalangan akademisi, di berbagai tingkatan yang ingin mempelajari mengenai teh kelor dan industri turunannya, bebeberapa kalangan yang ingin mendalami tenun bisa sharing dan berdiskusi dengan pelaku usaha tenun NTB. Pengolahan susu kerbau menjadi permen susu pun sepertinya menarik untuk dilihat, selain mencicipi produknya tentu saja. Atau ada yang penasaran dengan pengolahan susu kuda liar menjadi produk minuman segar, aktifitas tersebut dapat dipelajari di pelaku industri susu kuda liar di wilayah Bima-NTB.

3. Aksesibilitas

Aksesibilitas selalu berbicara mengenai kemudahan jangkauan untuk menuju ke sebuah tempat wisata. Termasuk sarana prasarana pendukung di sebuah lokasi wisata. Termasuk jika wisata itu dilakukan di sektor industri. Aksesibilitas menjadi salah satu faktor yang mutlak untuk diperhatikan dalam mendorong sebuah lokasi industri menjadi sebuah site wisata. Akses yang baik menjadi salah satu keunggulan komparatif sebuah lokasi wisata, di semua sektor, tak terkecuali sektor industri. Hal ini penting untuk dikaji oleh pelaku industri maupun stakeholders wisata lainnya untuk membangun aksesibilitas yang terjangkau untuk mendukung sebuah lokasi industri menjadi sebuah destinasi wisata. Dapat diakses oleh kendaraan roda 4 dan roda 2, jaringan telpon dan internet yang baik dan fungsi penunjang telekomunikasi lainnya yang rapi merupakan sebuah keunggulan dalam menjual sebuah site industri menjadi lokasi wisata. Aksesibilitas yang mudah dijangkau dan sarpras yang lengkap sangat mendukung nilai jual sebuah lokasi wisata industri. Pada umumnya, lokasi pelaku industri yang ada di NTB sudah sangat layak dari segi aksesibilitas untuk dijadikan lokasi wisata industri.

4. Amenitas

Faktor penting lainnya yang membuat sebuah lokasi wisata menjadi populer adalah amenitas. Amenitas berarti kenyamanan pengunjung yang dibentuk dari persepsi tentang sebuah site wisata. Amenitas sangat urgen karena nilai inilah yang menjadi sebuah titik balik apakah sebuah site wisata layak untuk dikembangkan atau tidak. Amenitas bisa jadi sangat subjektif karena itu sangat bergantung kepada persepsi pengunjung akan atraksi dan aktifitas yang terjadi di sebuah lokasi wisata. Nilai jual tersebut yang akan memberikan kesan baik sehingga menjadi nilai tambah dan cerita yang akan dijual kepada konsumen. Walaupun subjektif, amenitas bisa dibangun untuk memenuhi persepsi publik secara umum tentang kelayakan sebuah site wisata yang didatangi.

Dalam hubungannya dengan sektor industri sebagai sebuah lokasi wisata, maka membangun amenitas adalah sebuah konsep tentang membangun kenyamanan pengunjung untuk mendapatkan apa yang mereka harapkan dalam aktifitas kunjungan wisata ke sebuah lokasi industri. Pemilihan lokasi wisata industri yang tepat sesuai dengan target pasar nya adalah penting untuk membangun persepsi yang baik. Kelengkapan dasar yang dibutuhkan pada sebuah lokasi wisata industri untuk mendukung kebutuhan seorang akademisi yang ingin melakukan riset dan penelitian tentang sebuah produk tentunya berbeda dengan persepsi yang akan dibangun oleh pelaku wisata yang melakukan kunjungan wisata ke lokasi industri untuk sekedar jalan-jalan dan melepas penat. Pemahaman akan target pasar dan lokasi pelaku industri yang direkomendasikan tentunya harus saling terhubung erat untuk membangun persepsi yang baik tentang sebuah lokasi wisata berbasis industri.

Amenitas adalah persepsi. Sekali lagi, persepsi sangat subjektif. Tergantung person yang melihatnya. Kembali pada sudut pandang personal yang memantaunya. Namun, tentu saja, persepsi bisa dibentuk. Kesiapan membentuk persepsi baik tentang sebuah objek wisata berbasis industri lokal inilah yang harus dibangun oleh pelaku industri di NTB. Karena kenyamanan adalah cerita baik yang akan disampaikan oleh konsumen wisata terhadap sebuah destinasi wisata, di manapun, termasuk sektor industri di dalamnya.

Pelaku Industri Sebagai Destinasi Wisata

Berbicara peluang, pengembangan lokasi usaha industri NTB sebagai sebuah destinasi wisata baru pada prinsipnya sangat terbuka lebar. Pemenuhan faktor 4 A sebagaimana telah dijelaskan di atas pada beberapa lokasi IKM yang telah eksis pada prinsipnya telah terpenuhi, tinggal bagaimana lokasi IKM tersebut dapat dijual dengan strategi yang tepat untuk menjadi destinasi wisata baru bagi pengembangan wisata NTB. Beberapa rekomendasi IKM yang dapat dipertimbangkan untuk menjadi destinasi wisata industri adalah sebagai berikut :

  • Wisata Mutiara Ragenda Mop

Membudidayakan mutiara sekaligus berwisata. Muarar, owner IKM Ragenda Mop menginisiasi hal tersebut. Pembudidayaan mutiara yang dimilikinya di wilayah Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong memberikan pelayanan wisata edukasi kepada pengunjung untuk belajar dan melihat proses budidaya mutiara, dari mulai pembudidayaan sampai ke proses pengolahan mutiara menjadi pernak-pernik kerajinan. Aktifitas edukasi budidaya mutiara yang diinisiasinya merupakan contoh baik betapa lokasi industri bisa menjadi sebuah destinasi wisata yang menjanjikan atraksi dan aktifitas yang menarik. Akses yang sangat terjangkau di wilayah Batu Putih dapat menjadi sebuah peluang bisnis wisata yang sangat menjanjikan. Muarar, telah memulai usaha baik ini. Memberikan edukasi kepada wisatawan yang berkunjung untuk melihat proses budidaya sebuah mutiara. Mulai dari pembibitannya, sampai kemudian diolah menjadi sebuah perhiasan yang indah. Edukasi tersebut tentunya sangat menarik menjadi sebuah aktifitas wisata baru di NTB. Melihat proses olahan mutiara, tentunya sangat menjanjikan untuk sebuah proses edukasi. Bisa jadi kita terbiasa melihat perhiasan mutiara, namun melihat prosesnya, tentu saja tidak semua berkesempatan. Muarar, telah memulainya untuk kita. Peluang tersebut telah terbangun, untuk menjadi destinasi wisata baru di NTB. Wisata edukasi mutiara, dari NTB untuk dunia.

  • Wisata Kelor Nasrin H. Muhtar

Kelor. Siapa yang tidak kenal tanaman ini, di sepanjang jalan dan kebun tanaman ini dapat kita temukan. Kelor selama ini banyak diolah sebagai sayur, sebagian dijadikan pakan ternak. Menurut sejarahnya, kelor adalah simbol kemiskinan, ketika orang mengkonsumsi kelor, selalu diasumsikan sebagai kelompok miskin yang tidak memiliki akses untuk mendapatkan makanan yang layak. Di tangan dingin seorang Nasrin H. Muhtar, tanaman marginal ini dibudidayakan secara serius dan diolah menjadi minuman kesehatan dengan brand Teh Moringa Kidom. Kidom artinya Kilo-Dompu. Tempat kelahiran pria paruh baya ini. Saat ini, teh kelor Moringa Kidom telah menjadi salah satu produk unggulan NTB. Proses produksi kelor menjadi salah satu daya tarik wisata yang pasti menjanjikan untuk sekedar mengurangi rasa ingin tahu tentang proses pembuatannya. Bagaimana sebuah kelor dijadikan minuman kesehatan, bagainana komposisi teh kelor Moringa dan berbagai edukasi lain yang sangat menjanjikan untuk diolah dan dijadikan sebagai destinasi wisata baru di NTB. Selain kelor, di rumahnya di bilangan Sweta, Nasrin saat ini bersama kedua orang anaknya, sedang menginisiasi pembuatan industri turunan kelor selain teh, seperti misalnya biskuit, sabun, lulur kecantikan, kopi dan produk turunan kelor lainnya. Ingat kelor, ingat Nasrin, begitulah kira-kira slogan yang ingin dibangun oleh pria ramah ini. Sebuah destinasi wisata berbasis industri lokal, menyegarkan, menjanjikan, ditutup dengan hidangan teh kelor ditemani dengan biskuit dan kopi kelor, pastinya akan sangat membuat hidup lebih hidup. Nasrin, dengan industri kelornya merupakan salah satu model destinasi wisata baru yang sangat menjanjikan di NTB. Peluang yang harus segera digagas, memberikan warna model wisata  yang berbeda. Seperti teh kelor dengan cita rasa khasnya, seperti itulah peluang wisata industri kelor di NTB. Khas dan berkelas. Untuk NTB Gemilang.

  • Wisata Kopi Lombok Dodi A. Wibowo

Kopi. Ah, minuman berwarna hitam dengan rasa pahit yang menyegarkan ini tentunya sudah tidak perlu dibahas lagi. Brand kopi sudah melegenda, dari Sabang sampai Merauke, berjejer kopi dengan segala macam aroma. NTB pun, tidak ingin ketinggalan, brand Kopi NTB secara perlahan mulai terdengar. Kopi Lombok dan Kopi Tambora menjadi salah satu brand yang paling populer beredar di kalangan pecinta kopi. Adalah Dodi A. Wibowo, yang secara serius memperkenalkannya kepada publik. Mas Dodi, demikian panggilannya, membangun konsep bahwa secangkir kopi yang nikmat dihasilkan dari sebuah proses yang bukan main-main. Ada proses pemetikan yang rapi disana, ada proses penjemuran dan pengeringan biji yang teratur, ada proses penyangraian (roasting) yang terukur sampai ke tingkat detail dan ada proses penggilingan biji kopi hasil roasting yang dilakukan dengan tahapan layaknya menyajikan makanan paling special. Proses ini jika diinisiasi menjadi atraksi wisata, tentulah sangat menjanjikan. Sangat sedikit yang tahu, bahwa memetik biji kopi dari pohonnya butuh ketekunan dan kesabaran, butuh lebih dari sekedar memetik untuk menghasilkan biji yang baik. Film Filosofi Kopi : Ben Dan Djody 1 & 2 mengajarkan kita bahwa sebuah kopi yang nikmat selalu memiliki cerita tersendiri di baliknya. Cerita tentang perjuangan, cerita tentang sensasi memetik kopi, menjemur, menyangrai, dan menggilingnya sampai kemudian menyajikannya seperti menyajikan persembahan kepada para dewa. Hal ini tentunya akan menimbulkan sensasi tersendiri buat pecinta kopi di NTB dan di Indonesia. Bagaimana merasakan sendiri memetik kopi, menjemur, menggiling dan menyajikannya seperti seorang barista professional. Ini tentunya akan menjadi sebuah cerita yang menarik jika bisa dikemas dalam sebuah sajian wisata berbasis industri di NTB. Wisata kopi selalu menjual sensasi dan hiburan, refreshing ke alam sembari memetik dan menjemur kopi, pastinya akan banyak pelaku wisata yang tertarik. Apalagi proses penyajian dan menghidangkannya dalam secangkir kopi, tentunya hal ini akan menjadi sebuah sensasi wisata yang menarik minat untuk berinteraksi dan berkunjung. Dan hal ini akan memberikan nilai tambah untuk menghargai bahwa secangkir kopi yang nikmat adalah buah dari sebuah perjuangan panjang dari proses yang tidak sederhana. Bahwa usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, kurang lebih begitulah ajarannya. Wisata kopi, branding yang menarik. Mari mencobanya, dan merasakan sensasinya. Menikmati kopi sembari berwisata, membayangkannya saja sudah sangat menyenangkan. Sruput….

  • Wisata Pengolahan Sampah Aisyah Odist

Bicara sampah, pasti akan melekat nama seorang perempuan tomboy nan ramah ini. Aisyah Odist, founder Bank Sampah NTB Mandiri, di bilangan Ampenan Mataram. Berbagai sampah organik dan non organik telah dikelola, menjadi pernak-pernik kerajian tangan yang cantik dan menggoda. Menggoda untuk dipelajari, mengolah sampah menjadi berkah. Aisyah Odist, menginisiasi program pengolahan sampah ini dengan melbatkan kawan-kawan difabel, menjadikannya terampil, membuka lapangan kerja baru dan membantu mengurangi tumpukan sampah di tengah-tengah masyarakat. Inisiasi baik ini tentunya akan menjadi pelajaran baik untuk kita semua, mengemasnya dalam sebuah paket wisata tentunya menjanjikan. Sembari belajar mengolah sampah, membersihkan lingkungan, menjadi sebuah pernak-pernik kerajinan yang bernilai jual.

Wisata mengolah sampah merupakan salah satu model destinasi wisata baru di NTB. Banyak sekali Bank Sampah berdiri mengikuti jejak langkah Aisyah Odist. Bisa dikatakan inisiasi pengolahan sampah yang dilakukan Aisyah Odist meninggalkan rekam jejak yang luar biasa untuk masyarakat NTB. Menjadikannya sebagai sebuah inisiasi wisata merupakan salah satu model baru dalam pengelolaan sampah di NTB. Siapa yang tertarik mendalami ilmu pengolahan sampah? Sepertinya mudah, namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ide, inovasi, dan kreatifitas dalam pengolahan sampah bisa menjadi salah satu ruang terbaik dari konsep wisata industri pengolahan sampah di NTB. Mendukung Zero Waste sekaligus mendapatkan ilmu baru dari pengelolaan sampah NTB menjadi salah satu atraksi wisata yang menjanjikan di NTB. Berwisata sembari berwirausaha, jarang terjadi bukan? Berwisata sembari mengelola sampah plastik, beredukasi, membantu mengurangi sampah, kalo bukan kita, siapa lagi?

  • Wisata Kerajinan Anyaman Bambu Agus Hartadi

Agus Hartadi adalah sosok unik dari Desa Loyok, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Di saat orang lain berjuang untuk bisnis yang lebih modern, sosok pria ramah ini memilih untuk menekuni kerajinan bambu. Memberdayakan masyarakat sekitar untuk menganyam bambu dan menjadikannya kerajinan tangan berbasis bambu. Kerajinan tangan hasil anyaman bambu ala Bang Agus sangat layak menjadi salah satu objek destinasi wisata di NTB khususnya di Pulau Lombok. Keterampilan anyaman bukanlah keterampilan yang bisa didapat di bangku sekolah, namun lebih menuntut seni dan kreatifitas dalam prosesnya. Menjual proses pembuatan kerajinan bambu dari mulai membelah, meraut, menganyam dan menjadikannya kerajinan anyaman adalah sebuah nilai kepuasan tersendiri buat penggemar kerajinan. Nilai jual produk adalah bonus bagi sebuah kepuasan. Demikian filosofinya. Akses lokasi yang agak tersembunyi dari jalan besar menjadi salah satu daya tarik menuju kesana. Ketenangan dan kesunyian merupakan lokasi yang baik dalam menuangkan kreatifitas untuk menjalin bilah bambu menjadi anyaman yang menarik. Memilih warna bambu dengan pewarna alami dan menyesuaikan dengan jenis anyaman yang akan dibuat pun bisa menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik khususnya bagi orang-orang yang ingin mengetahui proses pembuatan sebuah kerajinan tangan berbasis bambu. Pun, jika budidaya bambu dimasukkkan ke dalam salah satu paket wisata, pastinya akan lebih memberikan ketertarikan. Sebagaimana diketahui, bambu adalah salah satu tanaman yang mendukung unsur pelestarian lingkungan. Tanaman konservasi serbaguna ini memiliki banyak manfaat untuk lingkungan. Membudidayakan bambu sembari berwisata belajar kerajinannya, tentunya akan sangat menyenangkan.

Bentukan atraksi wisata dari kerajinan bambu Agus Hartadi, mengandung banyak unsur wisata yang tentunya menarik untuk dielaborasi menjadi sebuah paket wisata bambu. Kerajinan bambu sebagai sebuah bentukan kreatifitas alami membutuhkan keterampilan terbaik untuk membentuknya mejadi sebuah kerajinan yang indah. Belajar menganyam dan membentuk kerajinan bambu, selain kreatif, tentunya memberikan sensasi yang berbeda bagi penggiat kerajian dan penggiat wisata. Agus Hartadi, salah satunya, merajutnya untuk NTB.

  • Wisata Kopi Tambora Ompu Steiken

Kopi. Tak pernah bosan jika membicarakan soal kopi dengan segala dinamikanya. Dan jika membicarakan kopi NTB, tak afdol kiranya jika tidak membahas soal Kopi Tambora. Legenda Tambora yang telah mendunia berkat letusan besarnya tahun 1815 telah menyimpan hikmah baik sampai saat ini. Letusan besar yang berdampak pada 1/3 dunia pada waktu itu menjadikan tanah lereng Tambora begitu subur sehingga menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi yang dinamakan Kopi Tambora. Menikmati kopi Tambora, sepertinya kurang sedap jika tidak membicarakan orang yang satu ini. Dikenal dengan nama Ompu Steiken, salah satu penggiat kopi Tambora di wilayah Kabupaten Dompu. Menjadikan kopi tambora sebagai salah satu destinasi wisata tentu saja adalah hal menyenangkan yang tidak perlu dibahas terlalu jauh. Siapa yang tidak kenal dengan Kopi dari lereng Tambora. Ompu Steiken tentu akan dengan ramah menyajikannya buat kita semua. Mungkin kita belum pernah menikmati secangkir hangat Kopi Tambora langsung dari kebunnya, sepertinya atraksi itu akan sangat romantis dan bernilai jual tinggi buat penikmat kopi. Merasakan langsung secangkir kopi hangat, ditengah lereng Tambora, sembari merasakan aroma kebun Kopi Tambora di sekeliling pegunungan Tambora. Indah luar biasa, dan pastinya rasa kopi yang nikmat pasti akan membuat kita tak terasa untuk terus singgah ke sana. Bicara soal akses wisata, siapa yang tidak kenal jalur ke Tambora, sepertinya semua jalan sudah terbuka untuk kesana. Kopi Tambora, ah, daya tariknya sangat luar biasa. Potensi industri wisata berbasis kopi Tambora, sudahlah, jangan berpanjang kata, mari kita konkritkan aksinya. Wisata Kopi Tambora, bersama Ompu Steiken, menikmati keindahan Tambora sembari menyeruput kopi langsung dari kebunnya. Mantap…

  • Wisata Pupuk Organik Azwar Fuadi

Pupuk organik merupakan salah satu trending topik dalam dasawarsa belakangan. Kata organiknya merupakan salah satu kunci di tengah dunia yang sudah semakin tua dan bermasalah ini. Back to nature, slogannya. Organik adalah jalannya. Semua yang berbau organik saat ini menjadi barang mahal yang terus dibudayakan oleh umat manusia. Sektor ini pun menarik banyak pihak untuk terlibat di dalamnya. Termasuk di dalamnya seorang anak muda dari Praya – Lombok Tengah, Muhamad Azwar Fuadi. Azwar, membangun pabrik pupuk organik di tengah Kota Praya secara serius dengan melakukan investasi pengolahan bahan-bahan organik menjadi pupuk organik dengan merek Bio – Azwar Plus. Pengembangan pupuk organik yang diinisiasi oleh lulusan FKIP Bahasa Inggris Universitas Hamzanwadi ini telah melalui riset panjang berbasis pada pengalaman hidup anak muda ini. Pengalaman memiliki orang tua yang berprofesi sebagai petani merupakan salah satu keunggulan komparatif yang menjadikan Azwar memilih jalan pedang menjadi seorang pengusaha pupuk organik di NTB. Pembangunan pabrik adalah bukti keseriusan anak muda ini merintis jalan menjadi salah seorang inisiator usaha pupuk organik besar di Provinsi NTB. Pabrik pupuk yang dibangunnya dapat menjadi salah satu lokasi destinasi wisata bagi stakeholders yang ingin belajar dan memahami bagaimana bahan-bahan organik dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi lingkungan. Banyak pemahaman baru yang akan terbentuk jika berkunjung ke pabriknya, banyak ilmu baru yang dapat dikembangkan berbasis pada kunjungan wisata ke lokasi pabrik pupuk pengusaha muda ini. Siapa tahu, ada hal baru yang bisa dibawa pulang untuk kemudian diterapkan di lain tempat. Itulah esensi wisata industri, berekreasi sembari menambah hal baru. Hal baru yang dapat mendorong minat generasi muda untuk menjadi pengusaha. Jalan pedang adalah pilihan, dan seorang Azwar mengajarkannya buat kita semua.

  • Wisata Kerajinan Ketak dan Lidi Badri

Ketak dan lidi merupakan jenis tumbuhan merambat yang banyak ditemukan di kawasan hutan dan pegunungan. Beberapa jenis tumbuh liar bahkan sebagian malah belum dimanfaatkan dengan optimal. Inisiasi kerajinan dari tanaman ini menjadikannya sebagai salah satu atraksi wisata yang tentunya akan menarik untuk menjadi salah satu destinasi wisata baru di NTB. Produk yang dihasilkan seperti inke, keranjang buah, dan kombinasi produk kerajinan berbasis lidi, dan ketak sungguh menarik untuk dipelajari sebagai sebuah aktifitas wisata. Menganyam lidi dan ketak menjadi sebuah produk, sesederhana apapun akan menjadi sebuah sensasi yang menarik untuk pihak-pihak yang ingin belajar dan merasakan bagaimana membuat sebuah produk dengan teknik keterampilan tinggi seperti itu. Sebuah produk kerajinan pastinya cantik untuk dilihat, namun apakah membuatnya sesederhana itu? Sensasi tersebut pastinya akan menjadi nilai tambah wisata industri yang begitu luar biasa. Sensasi adalah nilai yang tidak ternilai, apalagi jika dialami sendiri. Sensasi merasakan menganyam lidi dan ketak menjadi sebuah produk, tentulah akan menjadi sangat luar biasa. Aktifitas wisata industri kerajinan bisa terbangun dengan melakukan, mengalami dan menikmati sendiri cara menganyam dan mendesain sebuah produk kerajinan berbasis lidi dan ketak yang dimentori langsung oleh tenaga terlatih di rumah produksi Terang Terus yang diinisiasi oleh Badri. Menjanjikan sekali, bersuka ria sembali belajar, sebuah konsep wisata yang tentunya sangat menyenangkan. Sensasional.

Kita selama ini cenderung mengganggap sebelah mata sebuah produk khususnya produk kerajinan, namun begitu mengalaminya, sembari berekreasi, tentunya aktifitas tersebut akan menjadi salah satu atraksi bagi pelaku industri yang dikunjungi. Kerajinan, adalah produk tangan, mesin pun sulit untuk masuk ke dalamnya, karena semua itu adalah seni, dan seni selalu tidak bisa tergantikan, karena hal itu adalah hasil karya Tuhan untuk para cucu Adam.

  • Wisata Serbat Jahe Longserang Barat Selatan Abdul Hadi

Longserang Barat Selatan dari jaman dahulu sudah terkenal sebagai sentra gula aren di NTB. Penghasil enau terbaik dari lereng Rinjani. Enau terbaik yang kemudian diolah menjadi aren dan tuak manis. Menyegarkan, dan rasa yang menggoda. Setelah sekian lama populer dengan aren, Longserang Barat Selatan mulai mencoba produk turunan berikutnya dari aren. Olahan itu bernama serbat. Serbat adalah produk kombinasi antara gula aren dan jahe. Sebuah serbat harus menggunakan gula aren, selain itu bukan serbat namanya. Karena serbat jahe tersebut merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang orang Sasak. Hal ini yang coba dilestarikan oleh Abdul Hadi, owner brand Longserang Barat Selatan, olahan serbat jahe. Menarik melihat proses pengolahan aren menjadi serbat jahe. Bagaimana mencampurnya, mengaduknya, menyajikannya dan membungkusnya menjadi sebuah produk yang sedap tentunya akan menjadi sensasi luar biasa buat penikmat jahe dan olahannya. Mengolah jahe adalah warisan budaya suku-suku besar di Indonesia, di Lombok, keterampilan mengolah jahe dipadukan dengan aren sebagai potensi lokal dan lahirlah serbat jahe. Bukan serbat, jika tidak menggunakan aren, konsep itulah yang coba digiring oleh seorang Abdul Hadi, mengembalikan identitas budaya Sasak mengenai serbat jahe adalah sebuah tantangan. Menjadikannya sebuah atraksi wisata edukasi tentunya akan membantu memasifkan konsep serbat jahe di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami konsep serbat jahe secara utuh, apalagi melihat proses produksinya secara langsung. Menarik sekali, jika dapat mengundang publik untuk melihat dan mengamati langsung proses pembuatan serbat jahe sembari menanamkan pemahaman mengenai serbat jahe sebagai bagian dari warisan tradisional budaya Sasak. Menikmati serbat jahe sembari melihat prosesnya pastinya akan menjadi sebuah atraksi wisata yang tak terlupakan. Mengedukasi, menghibur sekaligus memperkenalkan jenis destinasi wisata baru di NTB. Mewarisi budaya lokal dan memperkenalkannya kepada dunia luar, Abdul Hadi, dengan Longserang Barat Selatan, memperkenalkannya untuk kita.   

  • Wisata Olahan Rumput Laut Putra Sahban

Rumput laut di NTB pernah menjadi primadona di jamannya. Bahkan sampai diekspor ke mancanegara, baik dalam bentuk primer maupun dalam bentuk olahan. Dodol rumput laut masih menjadi salah satu primadona oleh-oleh khas NTB. Ingat NTB, ingat rumput laut, begitulah slogannya. Seorang M. Putra Sahban, salah satu penggiat rumput laut di NTB mencoba terus membangun eksistensi rumput laut di NTB dan menyajikannya sebagai sebuah kuliner khas NTB. Bentuk olahannya beragam, mulai dari dodol, manisan, tepung, bahkan produk terbarunya adalah biskuit rumput laut yang diproduksinya di bawah bendera CV. Global Ocean Norie. Melihat langsung proses pengolahan rumput laut di industrinya sana tentunya sangat menyenangkan. Ingin tahu budidaya rumput laut di pesisir, akan jauh lebih menyenangkan. Pantai adalah pilihan terbaik untuk berwisata, sembari beredukasi melihat budidaya rumput laut, pastinya akan menjadi sebuah pilihan wisata yang menarik. Aktifitas yang terbangun bisa lebih beragam, dengan segala dinamikanya. Laut selalu menjanjikan banyak hal, wisata di dalamnya adalah sebuah pilihan prioritas yang menjanjikan. Melihat budidaya rumput laut, untuk kemudian melihat sendiri proses pengolahannya menjadi berbagai produk olahan makanan khususnya biskuit, tentunya menjadi salah satu daya tarik dari wisata industri yang satu ini. Melihat rumput laut sebagai salah satu komoditas NTB, yang kemudian diolah menjadi sebuah kuliner yang lezat tentunya menjadi daya tarik untuk dipelajari dan dijadikan sebuah atraksi wisata berbasis industri. Semoga ini dapat menjadi sebuah ikhtiar baru untuk mendorong kembali popularitas rumput laut NTB untuk kembali jadi primadona seperti dahulu kala.

  • Wisata Susu Kuda Liar Nehrun Optimis

Susu kuda liar adalah salah satu minuman kesehatan khas Pulau Sumbawa. Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan jenis wirausaha ini ke dalam salah satu lokasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Bertempat di Madapangga, perbatasan antara Bima dan Dompu, Nehrun SK mengambil sektor ini sebagai salah satu branding industri olahan pangan khas Pulau Sumbawa, selain madu tentu saja. Dengan nama merek Susu Kuda 88, Nehrun Optimis, begitu nama lengkapnya, menjadi salah satu trade mark olahan kuliner dari Bima-NTB. Menyaksikan kuda kita tentu sudah sering, namun menyaksikan bagaimana susu kuda menjadi salah satu minuman kesehatan, tentu saja membayangkannya saja sangat menarik, apalagi dapat menyaksikan langsung dari tempat pengolahannya di Madapangga sana. Sembari menikmati keindahan alam pegunungan Bima, rasanya meminum susu kuda liar hasil perahan sendiri adalah sangat nikmat. Peluang atraksi ini tentu saja dapat menjadi salah satu model wisata baru yang dikembangkan oleh para pelaku usaha industri susu kuda liar di wilayah NTB yang dapat dipelopori oleh Nehrun Optimis, sebagai pionir pelaku wirausaha susu kuda liar di NTB. Wisata industri susu kuda liar, menyenangkan dan menyegarkan.

  • Wisata Ayam Taliwang Vacuum Beca Bero

Ayam Taliwang. Telah menjadi brand khas NTB sampai ke seluruh pelosok negeri. Saat ini bahkan telah muncul jenis varian baru, dari sang pemilik legenda itu sendiri. Ayam Taliwang Vacuum dengan Brand Beca Bero. Tanpa mengurangi kenikmatan rasa, ayam taliwang vacuum ini memperpanjang masa kemasan ayam taliwang yang lezat ini sampai 15 hari ke depan. Sungguh sebuah inovasi yang luar biasa. Kenikmatan ayam taliwang tetap terjaga, dan bisa disimpan sampai lama. Inovasi terbaik untuk sebuah brand kuliner khas NTB. Namun, pernahkah kita berpikir untuk menyaksikan langsung bagaimana sebuah ayam taliwang diproses dan disajikan dengan bumbu khasnya? Mungkin belum pernahkan? Sebuah kuliner yang nikmat dan menjadi legenda tentunya butuh sebuah keterampilan tingkat tinggi dari pembuatnya. Menyaksikannya langsung pasti akan menjadi sebuah sajian yang nikmat untuk penggemar kuliner. Ini adalah salah satu daya tarik (atraksi) wisata yang sekiranya dimasifkan akan menjadi salah satu trend wisata baru di NTB. Pun dengan teknik vacuumnya, menjadikan ayam taliwang tetap nikmat dalam kemasan yang lama bukanlah sebuah atraksi wisata yang bisa dianggap biasa saja. Ayam Taliwang Beca Bero dengan segala keunikannya, menyajikannya semua buat kita.

Membangun Peluang Melalui Wisata Industri

Wisata industri merupakan salah satu mekanisme dalam pengembangan usaha industri di NTB. Industri tidak lagi bicara soal olahan produk, namun lebih jauh harus menjadi salah satu ikon wisata di NTB. Potensi daya tarik dan aktifitas yang bisa digali dari sana begitu luar biasa dengan tidak mengesampingkan aktifitas pengolahan yang telah dijalani selama ini. Wisata industri NTB sebagai salah satu metode pengembangan wisata merupakan konsep yang perlu dielaborasi kelayakannya. Kelayakan untuk menjadi pelaku industri di NTB sebagal salah satu destinasi wisata baru di Provinsi NTB.

Konsep wisata industri yang selalu menjanjikan hiburan berbasis edukasi adalah sebuah peluang usaha yang dapat menjadi konsep baru dalam industri wisata di NTB. Desain tempat wisata tidak mesti berbasis pada keindahan tempat dan alam saja, namun lebih jauh, sebuah aktifitas industri NTB yang notabene mengandalkan pengolahan komoditas unggulan lokal pun dapat menjadi sebuah daya tarik wisata yang menjanjikan. Sebuah konsep baru yang harus digagas menjadi sebuah kebijakan yang komprehensif. Destinasi wisata yang mengandalkan panorama terus didorong, namun tentunya perlu dibangun sebuah sektor wisata yang mengandalkan pada kreatifitas dan keterampilan manusia dalam proses pengolahan. Dan pelaku industri menyediakan ruang tersebut menjadi sebuah destinasi wisata baru yang layak untuk didorong dan dikaji sebagai sebuah pengembangan wisata di NTB. Jika konsep wisata industri ini bisa dikembangkan, maka akan menjadi sebuah kebijakan wisata baru untuk NTB. Menyaksikan sebuah produk dijual tentunya sudah biasa, namun melihat sebuah produk diolah menggunakan teknologi, tentunya akan menjadi hal yang luar biasa. Proses di belakang layar sebuah produk lokal NTB tentunya akan mendorong kecintaan kita terhadap sebuah proses olahan yang terjadi dibaliknya. Menghargai sebuah proses atas pembuatan sebuah produk akan memberikan sensasi yang berbeda terhadap produk yang dihasilkan. Seringkali kita mengkritik sebuah produk berharga sangat mahal, namun kita lupa bahwa produk mahal tersebut dilahirkan dari sebuah proses yang panjang dan melelahkan, dengan melibatkan banyak sekali sumberdaya yang terlibat. Apalagi jika produk tersebut adalah produk lokal dari NTB. Membangun sebuah kecintaan adalah dengan melihat langsung prosesnya, dan itu semua bisa dikemas menjadi paket wisata industri yang menjanjikan banyak hal dalam hal atraksi dan aktifitas wisatanya. Mengolah wisata berbasis industri, mengolah industri menjadi paket wisata. Membangun kebanggaan bersama untuk NTB Gemilang.

 

Penulis: Deddy Rahmat

Editor: Azkia Rostiani R.