mewakili Kepala Dinas Perindustrian NTB Kepala Bidang PSDI Lalu Luthfi ST., M.Si didampingi Kasubag Perencanaan dan keuangan Asep Kurniawan S.Pt menghadiri kegiatan Kick-off Program WE for JET bertempat di ruang rapat Lakey Bappeda NTB.

“WE for JET Indonesia” merupakan singkatan dari “Women and Vulnerable Group Lead on Transformative and Just Energy Transition in Indonesia (Kepemimpinan dan Penguatan Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Transisi Transformatif dan Energi Berkeadilan di Indonesia)”.

Bertepatan dengan Kick-off Program WE for JET, Yayasan Penabulu dan Bappeda Provinsi NTB menginisasi kerja sama untuk mempercepat transisi energi transformatif dan berkeadilan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Melalui kerja sama ini, diharapkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat meningkatkan kontribusi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditargetkan mencapai 35% dari target bauran daerah pada tahun 2025 dan 50% dari target bauran daerah pada tahun 2050.

Selanjutnya Yayasan Penabulu dan Bappeda NTB menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerjasama Pembentukan dan Penguatan Forum Multi-Pihak untuk Mendukung Transisi Energi Berkeadilan Melalui Program WE for JET, Kerja sama ini merupakan langkah percepatan adanya platform bersama multi-pihak untuk transisi energi transformatif dan berkeadilan di NTB.

Selain menghadiri kegiatan kick of Program WE for JET, Kabid PSDI Disperin NTB juga menjadi salah satu pemateri dengan materi berjudul “EBT sebagai solusi Transisi Energi Transformatif, Murah, Adil dan Berkelanjutan Bagi Pelaku Industri UMKM”

Mengacu pada tujuan pembangunan nasional, pengembangan sektor kelistrikan bukan hanya ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, namun juga pemenuhan target bauran energi pembangkitan dengan percepatan peningkatan porsi energi baru dan terbarukan (EBT).

“Tenaga listrik merupakan infrastruktur strategis yang berguna untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, yakni menciptakan masyarakat adil dan makmur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa” ungkap Kabid PSDI

Selain untuk menopang pertumbuhan ekonomi, pertambahan jumlah penduduk dan mengejar rasio elektrifikasi, penyediaan tenaga listrik dalam 10 tahun ke depan juga ditujukan untuk mengakomodasi semua potensi demand dalam jumlah besar. Potensi itu datang dari Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, Kawasan Pariwisata Strategis dan lainnya.

Disektor Industri sendiri NTB sudah bisa menciptakan sepeda listrik yang sangat bagus dan sudah diperjual belikan sampai ke luar negeri, contohnya sepeda listrik Le-Bui yang sudah menembus pasar mancanegara

“Sepeda listrik hasil karya tangan kreatif IKM NTB ini sudah tembus pasar internasional, Tidak tanggung- tanggung, hanya negara-negara di Benua Afrika yang belum bisa menikmati karyanya ini. Selain itu, ratusan sepeda listrik yang diinisiasi sejak tahun 2016 itu telah dinikmati dan dipakai oleh pecinta sepeda listrik di dunia” jelas Kabid PSDI

Munculnya inovasi-inovasi seperti ini menyadarkan banyak pihak bahwa anak NTB bisa membuat sepeda listrik, serta berbagai inovasi lainnya.

“Tugas pemerintah adalah membantu, menghidupkan IKM, menghasilkan feedback yang konstruktif untuk kemudian menghasilkan produk yang kompetitif, bukan hanya untuk NTB, tetapi akan kita jual di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia” Tutup Kabid PSDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *