5 Maret 2021

INOVASI TEKNOLOGI BIOKONVERSI

Vidoe ini menggambarkan fakta yang terjadi di sebuah desa yakni Desa Merembu Kec. Labuapi Kab. Lombok Barat. Ada seorang pemuda bernama teguh, seorang lulusan sekolah teknik di salah satu Sekolah Menengah Atas di Mataram.

Di masa pandemi covid 19 ini hampir ribuan ton sampah organik tercipta di NTB karena faktor di rumah saja. Teguh sebagai pemuda di desa setempat memikirkan bagaimana ia memberikan kontribusi pada desa dan daerahnya agar sampah organik ini bisa di atasi, dan ia terus belajar sampai ia memilih sebuah inovasi teknologi biokonversi yang ia bangun di lahan rumahnya sendiri.

Inovasi biokonversi adalah sebuah pengolahan sampah dengan bantuan magot BSF atau larva ulat yang dikembangkan untuk mengelola sampah organik. Dan ini merupakan solusi untuk mengatasi sampah organik tersebut, karena dapat menghancurkan sampah organik berpuluh ton dalam perhari.

Ivovasi ini dapat memberikan manfaat terutama di bidang pangan. Dengan inovasi ini terciptalah sebuah barang yaitu pakan ternak yang langsung dari magot tersebut. Selanjutnya, pupuk tanah bisa diambil dari kotoran magot BSF tersebut, dan yang terakhir yaitu pupuk cair untuk tanaman yang dapat memberikan kesuburan pada tanaman.

Hingga saat ini, Teguh belum memperjual belikan hasil manfaat dari inovasi tersebut, tapi ingin bisa membantu pemerintah desa agar bisa mengatasi sampah organik atau rumah tangga ini. Hasilnya akan diberikan kepada pelaku ternak dan kebun secara gratis dan untuk yang membutuhkan.

Dan ke depannya, akan mengajak anak muda untuk berkerjasama mengolah sampah

organik ini agar menjadi sebuah sumber perekonomian yang dapat memajukan Desa Merembu dan Provinsi Nusa Tenggara Barat sehingga Perindustrian di NTB menjadi semakin gemilang.

#NTBLawanCorona

#Industrialisasi

#CintaidanBeliProdukNTB

#PertumbuhanIndustri

#IKMnaikKelas

#NTBMandiridanSejahtera

#NTBGemilang

#DariNTBuntukIndonesia