21 Februari 2024

UPTD BKPD Lakukan Monitoring IKM Terkait kemasan di Lombok Barat

Kepala Balai Kemasan Produk Daerah Dinas Perindustrian NTB Drs. Agus Supriyanto, Apt bersama Kasi Pendidikan Pelatihan dan Promosi Heldy Sardianto, M.M.Innov Staf Balai Kemasan Ni Wayan Septianingsih, SM dan Ardillah Dahlia, S.TP melakukan kunjungan dalam rangka monitoring IKM terkait kemasan di IKM-IKM Lombok Barat pada Selasa, 7 Maret 2023. IKM yang pertama dikunjungi yaitu IKM Sasak Maiq yang beralamat di Batu Layar.

Baiq Siti Suryani owner Sasak Maiq mengajak untuk melihat-lihat proses produksi yang terdiri dari proses pensortiran bahan, proses pengovenan, penggorengan, pengemasan, hingga ruang menyimpan produk, bahan baku dan penyimpanan kemasan. Beliau juga menjelaskan terkait bahan baku produk berasal dari bahan-bahan yang biasanya tidak dimanfaatkan seperti jantung pisang yang dibuatkan kripik dan abon serta gedebong pisang atau Ares yang dibuatkan kripik. Bahan baku diproses menjadi sebuah produk yang bernilai tinggi, unik dan inovatif sehingga menarik minat masyarakat dan wisatawan.

IKM Sasak Maiq juga bekerjasama sekaligus membina Kelompok Wanita Tani di Lombok Barat sehingga masyarakat terberdayakan. Adapun varian produk yang dihasilkan terdiri dari kripik singkong, kripik gedebong pisang, kripik jantung pisang, tortila, tortila rumput laut, kopi rumput laut, terasi, sambal, dan lain-lain yang rata-rata menggunakan kemasan standing pouch full color dan kemasan tersier berupa kardus. Untuk legalitas produk sedang dalam proses mendaftarkan ijin ke BPOM untuk produk tortila dan sedang difasilitasi juga oleh Dinas Perindustrian dalam pengurusan AKG.

“Dalam kunjungan ini Rumah Kemasan juga mencari mitra agar rumah kemasan mampu memfasilitasi kebutuhan kemasan IKM dengan harga yang masih terjangkau. Rumah Kemasan juga akan melayani pengantaran kemasan ke IKM langsung dengan perjanjian kerjasama” ucap Kepala Balai Kemasan.

Kunjungan selanjutnya yaitu ke IKM Mari Rasa, Gegutu. Owner Mari Rasa menjelaskan penelitiannya terkait produknya sambal pelecingan Taliwang yang bisa tahan hingga 3 bulan menggunakan kemasan yang baik. Sebab makanan itu riskan jika diproduksi tidak higienis. Jika produksi nya bagus (higienis) bisa mengurangi daya tahan produknya/cepat basi. Sedangkan kemasan hanya sedikit menambah daya tahannya.

Owner Mari Rasa juga mencoba usaha bakery namun tetap juga produksi sambal untuk toko oleh oleh. “Nanti akan ketemu resep yang pas sesuai selera dan karakteristik kita” ucapnya. Beliau menambah cita rasa glaze dengan mengkombinasi bahan baku menengah dengan bahan baku lainnya. Juga mengkombinasi resep dari chef untuk menambah kualitas dan daya simpan roti. Sebelum dijual Jammal memberi tester kepada konsumen untuk mendapat testimoni, untuk mendapat cita rasa yang pas di lidah konsumen. Sebelum covid konsumen yang berkunjung mencapai 35-45 orang dn berubah saat covid karena banyak roti yang diretur.

Dalam kunjungan ini diharapkan silaturahim tetap terjaga dan Rumah Kemasan dapat menjadi solutor dalam permasalahan yang di hadapi IKM menuju naik kelas