21 Februari 2024

Disperin NTB Lakukan Pendampingan Kepada IKM

Selasa, 7 maret 2023 tim iDoors divisi start-up accelerators melakukan kunjungan ke beberapa pelaku industry diantaranya yaitu dapur Kinanty dan Meubel Ukir Sesela. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan identifikasi terhadap IKM-IKM tersebut untuk keperluan pendampingan terhadap peluang pengembangan dari IKM tersebut dengan memanfaatkan kemampuan atau peluang yang ada sehingga IKM tersebut mempunyai variant produk, dan jika memungkinkan bisa dilakukuan diversifikasi prodak sehingga dapat bersaing dengan produk – produk lain.

Pada kesempatan tersebut, Kinanti selaku owner browchip mengatakan bahwa usaha brownis crispy ini telah berdiri sejak tahun 2020 dan memiliki tenaga kerja sebanyak 5 orang. Hingga saat ini produk brownis crispy memiliki bebrapa jenis varian diantaranya varian Coklat, Keju, Kelapa dan varian Gula Aren dengan Jumlah produksi yang dihasilkan dalam sehari produksi sekitar 100 pcs.

Dalam proses penjualan brownis crispy menggunakan system konsinyari atau sistem penjualan dengan cara menitipkan produk kepada pemilik toko atau warung, reaseller, shopee, IG dan WA. Produk brownchizz juga sedang melakukan rencana Kerjasama dengan indomart namun yang menjadi kendala ialah harga pokok penjualan (HPP) yang diminta dari pihak indomart yang masih sangat rendah dengan harga 12 Rb/Pcs sedangkan dari pihak Dapur kinanti meminta harga pokok penjualan (HPP) dikisaran 14 rb/Pcs. Pada kesempatan tersebut juga ibu kinanti selaku owner menyampaikan bahwa pada saat ini Dapur Kinanti berencana untuk membuat jenis produk lain diantaranya kue Bangkit dan kue susu kering

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke IKM Meuble Ukir Sesela yang berlokasi di desa sesela kec. Gunungsari Lombok barat dalam kesempatan tersebut pak rahmat selaku owner dari meuble Ukir Sesela menyampaikan bahwa usaha meuble ukir tekah berdiri sejak tahun 2000 dan memiliki 4 tenaga kerja. saat ini untuk bahan baku berasal dari flores NTT, untuk produk meuble ukir telah dipasarkan ke berbagai daerah di NTB namun untuk penjualan masih menggunakan system pemesanan atau tidak berkelanjutan, Adapun jenis produk yang dihasilkan diantaranya kursi cukli, mimbar Khutbah, Pintu, Kusen, serta produk lain yang berbahan dasar kayu. Untuk limbah hasil pembuatan produk tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembuatan Tahu sehingga ramah untuk lingkungan.

Sekilas melihat peluang yg ada di kedua IKM tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan dengan membuatkan BMC dan dilakukan pendampingan penerapan terhadap BMC tersebut.