21 Februari 2024

Rakor TPID Dalam Rangka Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Hari Besar Keagamaan

Selasa (07/03/2023) Mewakili kepala bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Yana Mulyana menghadiri rakor TPID bertempat Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB. Dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan (bulan ramadan dan Hari raya idul firti 1444 H/2023), Rapat kordinasi ini dibuka langsung oleh bapak sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si.

Ada pun Beberapa hal yang menjadi poin dari penyampaian Sekretaris Daerah diantaranya Kepala Daerah harus terus memonitor setiap minggu dan menjaga pertumbuman ekonomi dan pengendalian inflasi. Selain itu kontribusi pertumbuhan ekonomi daerah sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregat penjumlahan dari daerah provinsi kabupaten/kota).

Pelaksanaan rapat TPID secara reguler rutin (mingguan), sebagai kasatgas pangan agar mengendalikan harga pangan. Adapun daerah-daerah yang kurang terkendali segera lakukan intervensi pengendalian, pemerintah pusat juga memonitor melalui TPIP (khususnya tarif PLN, PDAM, Angkutan Kota).

Memasuki bulan maret ini ada hari raya nyepi dan ramdhan, tentu akan mengubah perilaku kebiasaan konsumsi, dengan ini harapannya untuk tim pengendali inflasi untuk segera mencari upaya mitigasi.

Selanjutnya Materi pertama disampaikan oleh Kepala BI yang diwakili Fauzi menyampaikan upaya pengendalian inflasi daerah provinsi NTB tahun 2023 dimana pertumbuhan ekonomi yang diikuti inflasi. Bulan februari 2023, 6,3% lebih tinggi dari januari 2023 yang berada pada angka 5,3%, berdasarkan data yang diril BPS baru baru ini komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah : Beras, Air Pam, Rokok Kretek, Panci/alat Masak, ikan Kembung, dan untuk penyumbang deflasi terbesar adalah: Tongkol di Awetkan, ikan Tongkol, Telur Ayam Ras, Jeruk, Apel.

Fauzi menambahkan, Mewaspadai masuknya bulan ramadan dan idul fitri dimana kebutuhan akan ketersediaan beras,cabai dll akan naik secara drastis maka BI siap mensuport kegiatan program stabilisasi harga pangan (PSHP) yang harus segera dilakukan secara masif.

Materi ke dua disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan H.A Azis, SA.MH, Dalam pemaparannya menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan dalam menghadapi Hari besar keagamaan dan Nasional (HBKN).

  1. Memantau perkembangan harga dan pasokan bapok secara intensif
  2. Mengidentifikasi keberadaan pelaku usaha distribusi bapok
  3. Mengoptimalkan peran BUMD Pangan
  4. Mengidentifikasi jumlah Stok di pelaku usaha distributor bapok
  5. Melakukan media briefing kecukupan stok dan pasokan bapok

Materi terahir disampaikan oleh Abdul Muis S.Ali selaku pimpinan Bulog, Dalam penyampaiannya beliau menyebut peran perum bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan di provinsi NTB, dengan memastikan petani tidak dirugikan dengan harga gabah sesuai HPP, memastikan pengusaha panggilan mendapatkan untung yang wajar. Dan masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau.