24 Oktober 2020

Dinas Perindustrian NTB

| Industri Bergerak |

Industrialisasi: Program Superprioritas Pengembangan Kawasan Samota

Kawasan Samota merupakan kawasan yang terdiri dari Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Tambora dan ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 19 Juni 2019 di Paris, Perancis. Penetapan sebagai cagar biosfer dalam The 31st session of the Man and the Biosphere (MAB) Programme International Coordinating Council itu menjadi kado indah bagi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pemerintah Provinsi NTB kemudian membuat perencanaan pembangunan berwawasan lingkungan sebagai dasar kebijakan. Konsep pembangunan berwawasan lingkungan berbasis diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME menghadiri Rapat Finalisasi Road Map Program Pengembangan SAMOTA yang dipimpin oleh Ketua Tim PPIK Samota, Ir. H. Badrul Munir, MM pada Jumat, 9 Oktober 2020 di Kantor DPMPTSP Provinsi NTB.

Industrialisasi sebagai salah satu program unggulan pemerintah menjadi program superprioritas dalam pengembangan kawasan Samota ini.

“Kami siap mendukung pengembangan industri, khususnya yang berbasis IKM di kawasan Samota. Karena Samota juga menjadi salah satu kawasan pertumbuhan industri yang akan tertuang dalam raperda RPIP (Rencana Pembangunan Industri Provinsi). Dalam RPIP, ada kawasan peruntukan industri kab Dompu, Sumbawa Dan Bima dalam kawasan samota.” ungkap Nuryanti.

Industri pengolahan hasil perikanan, merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan. Di antaranya menjadi sentra pengolahan ikan, sentra pengolahan rumput laut, dan pengembangan cool chain system.

Pengolahan ikan di antaranya menjadi trasi udang, pengolahan ikan asin, PHP ikan asin & pindang, ikan beku, abon & kerupuk ikan, dan pabrik tepung ikan.

Selain itu, pengembangan agro industri dan ekonomi kreatif juga sangat layak untuk dikembangkan, seperti gula, kopi (tambora), jagung, minyak kayu putih, permen susu, madu hutan, tenun, dan kerajinan anyaman dan ukiran.

Pengolahan ini menjadi bagian strategis dari pengembangan kawasan Samota sebagai salah satu Kawasan Strategis Provinsi (KSP) NTB.

Sebagai salah satu KSP NTB, kawasan Samota diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi NTB menuju NTB Gemilang.