20 Oktober 2020

Dinas Perindustrian NTB

| Industri Bergerak |

IKM Teh Kelor Moringa Perluas Lahan Budidaya Untuk Peningkatan Bahan Baku

Teh Kelor Moringa. Salah satu jenis minuman kesehatan berbahan baku kelor ini telah populer sejak beberapa tahun yang lalu. Banyak diskusi yang terbangun, semuanya untuk perbaikan teh kelor itu sendiri. Terus berinisiasi untuk mengembangkan kelor sebagai salah satu kearifan lokal, Nasrin H. Muhtar, sebagai owner IKM Teh Kelor mulai berekspansi membudidayakan teh kelor di kampung halaman belio, Kilo-Dompu. 100 ha lahan disiapkan.

Untuk menambah bahan baku yang masih terbatas. Komitmen untuk hanya mengambil kelor produksi NTB adalah sebuah keberanian. Untuk menghargai produk lokal. Dalam sunyi, Nasrin H. Muhtar terus berbuat untuk NTB. Pengembangan lahan budidaya Teh Kelor ini jelas diinisiasi karena permintaan teh lelor yang semakin meningkat.

Sementara bahan baku kelor semakin sulit didapat. Inisiasi baik ini harus mendapat perhatian dari seluruh pihak.Kelor adalah produk serbaguna. Selain dijadikan teh, kelor dapat dikembangkan menjadi masker, sabun, dan bahan olahan lainnya. Hal ini jelas memberikan dukungan untuk diversifikasi produk IKM NTB. Membuka lapangan kerja baru.

Mencetak wirausaha baru. Dari kelor. Selain membudidayakan kelor seluas 100 Ha di Kilo-Dompu, Nasrin H. Muhtar pun mulai membangun kerjasama dengan beberapa Ponpes di NTB untuk lahan penanaman kelor. Simbiosis mutualisme tentunya. Ponpes mendapat lahan usaha berbasis umat, IKM Teh Kelor dibawah binaan Nasrin H. Muhtar mendapat suplai bahan baku yang kontinyu untuk peningkatan produksi teh kelor dan produk turunan lainnya.

Insiasi baik dari IKM Kelor NTB ini harus diapresiasi. Oleh seluruh pihak tentunya. Sesuai tugas dan fungsinya. Diskusi dan aksi bersama IKM NTB adalah satu rangkaian proses yang harus dilalui untuk memberikan dukungan nyata. Agar IKM NTB dapat naik kelas ke level yang semakin tinggi. Memberikan kebanggaan. Untuk NTB Gemilang.

Sumber www.lakeynews.com