Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat mendorong produk IKM/UMKM untuk bisa terserap di pasar sektor pariwisata. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE.,ME mengatakan manfaat JPS Gemilang NTB bukan hanya sesaat di masa pandemi COVID-19 saat ini, namun pasca JPS Gemilang produk IKM/UMKM tetap bisa terserap. “Misalnya, produk gula aren ke depannya bisa masuk ke hotel-hotel. Saat ini kami on process menyiapkan industri turunan untuk kelapa serta standarisasi produk IKM tersebut. Sehingga pasca JPS Gemilang produk IKM kita tetap terserap pasar luar,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB.
Ia mengatakan, JPS Gemilang saat ini sangat positif untuk memacu pelaku UKM/IKM di NTB agar berbenah dan terus meningkatkan produksinya dari sisi kualitas maupun kuantitas.
“Komoditi lainnya juga diupayakan terjaga kualitas dan kuantitas, sehingga bangga menggunakan produk lokal juga berkualitas,” katanya. Menurutnya, geliat UKM/IKM selama program JPS Gemilang ini juga sangat bagus dan menunjukan sambutan positif masyarakat.
Setidaknya di JPS Gemilang Tahap III, Dinas Perindustrian NTB mencatat total UKM/IKM yang terlibat sebanyak 453 UKM/IKM yang diperkirakan melibatkan tak kurang dari 2.858 orang tenaga kerja dalam produksinya. “Ratusan UKM/IKM dan tenaga kerjanya itu terdiri dari produk Minyak Goreng sebanyak 55 IKM dan 382 Tenaga Kerja, produk Susu Kedelai sebanyak 138 IKM/ UMKM dan 895 tenaga kerja, produk Teh Kelor 35 IKM/Serbat Jahe 22 IKM/ Gula semut 17 IKM dan 910 tenaga kerja,” terangnya Selain itu produk Tas Kemasan JPS Gemilang sebanyak 66 IKM/UMKM dan 198 tenaga kerja, serta produk Minyak Cengkeh/Minyak Kayu Putih sebanyak 120 IKM/UMKM dan 473 tenaga kerja. “Jadi bisa dibilang JPS Gemilang ini jadi momentum awal bangkitnya sektor UMKM kita di NTB. Sehingga pasca pandemi akan lebih berdaya saing dan siap masuk ke pasar luar yang lebih luas,” ungkap Nuryanti,SE.,ME.
Ia mencontohkan, untuk industri turunan minyak cengkeh, kelapa, kedelai, kopi, garam, menjadi fokus pendampingan Dinas Perindustrian melalui bintek berbasis riset.
“Kerjasama pendampingan ini dilakukan bersama Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram,” kata Nuryanti, SE,ME menambahkan.
More Stories
Forum Konsultasi Publik RPD Provinsi NTB Tahun 2024-2026 dan Forum Konsultasi Publik RKPD Provinsi NTB Tahun 2024
Apel Hari kesadaran Nasional Tumbuhkan Jiwa Korsa Abdi Negara
Diskoperindag Kabupaten Sumedang Belajar Pengembangan KIHT ke NTB