7 Mei 2021

DINAS PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB GELAR PRAKTEK PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK & SABUT KELAPA

Botol plastik bekas dan sabut kelapa dapat di klasifikasikan sebagai sampah atau dalam bahasa teknisnya sisa hasil olahan suatu komoditas tertentu atau barang yang sudah tidak memiliki nilai guna.

Menggali manfaat dan nilai guna dari limbah botol plastik dan sabut kelapa, tentunya salah satu cara untuk mengelaborasi hal tersebut adalah dengan inovasi dan kreatifitas. Sabut kelapa yang merupakan sisa dari olahan komoditas kelapa dan botol plastik bekas yang dianggap tidak berguna ternyata masih bisa dioptimalkan fungsinya menjadi pernak-pernik kerajinan yang memiliki nilai ekonomis khususnya bagi kawan-kawan IKM NTB penggiat olahan komoditas kelapa dan sampah plastik.

Untuk mengelaborasi ruang inovasi dan kreatifitas kawan-kawan IKM NTB tersebut, Dinas Perindustrian menggelar praktek pengolahan limbah sabut kelapa dan sampah plastik menjadi barang-barang kerajinan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Hajatan ini pada prinsipnya diinisiasi oleh OPD Disperin NTB untuk membuka ruang ide dan karya bagi kawan-kawan IKM NTB agar dapat semakin berkembang dan menghasilkan bentukan lain sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar. Kedepannya nilai tambah dan industri turunan yang dihasilkan akan semakin meningkat dan bercabang banyak sehingga dalam jangka panjang dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan IKM NTB secara keseluruhan.

Industrialisasi adalah ruang terbaik untuk membangun inovasi bagi IKM NTB. Kreatifitas adalah rohnya, IKM NTB sebagai subjeknya dan OPD Disperin NTB menjadi jembatan untuk memaduserasikan kedua hal tersebut dalam koridornya sebagai pelayan publik menuju NTB GEMILANG.