22 April 2024

Kembangkan Fashion Moslem Industri di NTB, Kadisperin Belajar ke Balai Besar Tekstil Bandung

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE, ME didampingi oleh Sekretaris Dinas Perindustrian NTB, Dra. Sri Irianti dan Pembina Industri Muda Retno Bintorowati, S.Pd melakukan kunjungan ke Balai Besar Tekstil Bandung (20/09/2022) sebagai tindak lanjut arahan Ketua Dekranas Pusat dan Ketua Dekranasda Provinsi NTB untuk ini dilakukan sejalan dengan perkembangan Fashion Moslem Industri di NTB, dibutuhkan pengembangan teknik tenun kain tradisional yang dapat meningkatkan mutu dan produk tenun daerah.

“Perkembangan Fashion Moslem Industri di Provinsi kita tentunya butuh refrensi dan pengembangan untuk tenun, agar menambah kualitas tenun NTB yang dihasilkan IKM”, ungkapnya.

Kunjungan ke Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil atau Balai Besar Tekstil diawali dengan sambutan dari Fery Guswandhi selaku Koordinator Pelayanan Jasa Teknis, Data dan Informasi. Secara singkat disampaikan bahwa BBT telah berdiri sejak tahun 1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB). Peran saat itu TIB sebagai pusat informasi dan edukasi pada sektor tekstil.

Inovasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) muncul di era kepemimpinan Kepala TIB pertama yaitu Sir Dalenoord. Seiring waktu TIB berkembang hingga kini menjadi Balai Besar Tekstil dibawah Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Diruang produksi yang menampung mesin-mesin alat tekstil, telah menerapkan teknologi digital 4G dan dapat diterapkan kepada IKM setempat. Selain itu terdapat juga alat pemintal, jacquard, dan mesin lainnya yang merupakan hasil pengembangan tim BBT.

Nuryanti juga menyampaikan perlunya pembenahan untuk IKM NTB terhadap pengolahan aneka serat benang, peningkatan mutu pewarnaan benang, sertifikasi Alat Pelindung Diri (APD) Disposable. Dengan adanya pengolahan bahan baku benang dari serat nanas, pelepah pisang, hingga menjadi benang siap pakai, diharapkan pengembangan ketersediaan bahan baku yang disediakan sendiri secara lokal dapat memudahkan pengrajin dalam berproduksi.

Untuk menunjang tersedianya bahan baku yang optimal, Disperin NTB akan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pada tahun 2023 di Kota Bima sebagai tindak lanjut Roadshow Industrialisasi Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

“Akan diadakan bimtek pada tahun 2023 sebagai follow up Roadshow Gubernur di Kota Bima yang mengusung Tema Bima Kota Kreatif,” tutupnya.

BBT terakreditasi KAN (LP-179-IDN) dan KAN (LP -062-IDN) dan melayani sertifikasi SNI ISO 9001:2015

BBT memiliki beberapa peran antara lain:

  1. Penguatan industri melalui standardisasi
  2. Optimalisasi pemanfaatan Teknologi Industri
  3. Penguatan Industri Hijau
  4. Penyelenggaraan kegiatan jasa industri