22 April 2024

Produk Olahan Pangan IKM Pawon Pengsong Sehat dan Ramah Lingkungan

Menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Bq. Yunita Puji Widiani, ST., M. Si beserta Tim melakukan kunjungan ke IKM Pawon Pensong (Rabu, 21/09/2022) yang berlokasi di Griya Perampuan Asri, Blok L No.5, Perampuan, Kec. Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.


PAWON PENGSONG adalah salah satu nama IKM di Pulau Lombok NTB yang bergerak di bidang olahan alami/ herbal. IKM ini terkenal dengan olahan sehat dan ramah lingkungan. Adapun produk yang dihasilkan ; aneka olahan kopi, Seperti Kopi Lanang, kopi Jahe, Kopi Rempah, Kopi Original, minuman kesehatan Serbat Jahe, Biskuit Kelor, Biskuit Rumput Laut dengan aneka varian dan Roscang tea.
Pawon Pengsong berdiri sejak tahun 2019 yang ber Lokasi di desa Perampuan Lombok Barat NTB.Nama Pawon Pengsong berasal dari nama Pawon artinya dapur dan Pengsong adalah nama sebuah perbukitan di Desa Kuranji yang berdekatan dengan rumah produksi.


Nur Aida selaku owner Pawon pengsong menjelaskan terkait produknya yang menarik, sehat dan ramah lingkungan karena produk-produk yang dihasilkan menggunakan bahan-bahan alami/herbal sehingga baik ,aman untuk kesehatan. Bahan-bahan yang digunakanpun sangat mudah ditemukan karena sudah memiliki rantai pasok untuk bahannya dari petani yang berada di KLU dan juga nelayan yang ada di kertasari, Sumbawa Barat.


“ di NTB ini termasuk kaya akan keragaman tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, Saya juga ingin melakukan health promotion kepada masyarakat bahwa bahan alami yang terkesan tradisional juga bisa dinikmati dengan cara kekinian.” ungkap Nur Aida.


Selain itu limbah dari hasil pengolahan tersebut mampu di ubah menjadi kresek yang ramah lingkungan dikarenakan sifatnya yang mudah terurai sehingga seluruh bahan dasar pengolahan tersebut dapat untuk dimanfaatkan tanpa ada sisa limbah yang terbuang.


Namun Kresek hasil olahan limbah rumput laut tersebut hanya dipesan oleh Kementrian kelautan serta pernah mendapatkan kunjungan dari dinas kelautan yang meliahat proses pengolahan limbah hasil rumput laut, selain itu dalam kunjungan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan, Nur Aida diberikan tantangan untuk membuat inovasi lain yang mampu untuk beliau kembangkan sehingga mampu memperoleh tambahan lebih dalam usahanya.


Beliau juga menyampaikan bahwa permintaan yang sangat tinggi mengharuskan Nur Aida memenuhi permintaan tersebut seperti halnya biskuit rumput laut yang permintaan paling sedikit 100 kotak/perhari, dimana kandungan nutrisi dan komposisi bahan sudah melalui uji lab secara mandiri oleh Sucofindo. Produk favorit seperti serbat jahe juga setiap hari selalu ada permintaan baik dari masyarakat lokal maupun mancanegara.


Salah satu kendala yang mengakibatkan kapasitas produksi terutama biskuit sangat kurang diakibatkan karena kekurangan peralatan seperti oven, mesin pengaduk dan peralatan lainnya. Permintaan yang sangat banyak tersebut mengakibatkan permintaan tidak mampu untuk dipenuhi, oleh karnanya bagi konsumen yang ingin membeli harus mengorder jauh hari agar produk yang diinginkan mampu untuk tersedia. seperti contoh dalam pembuatan biscuit, dalam pembuatan biscuit diperlukan open atau pemanggang tambahan agar mampu untuk menghasilkan kapasitas produksi yang semakin banyak. Dengan hal tersebut beliau menyampaikan perlunya ada dukungan dari pemerintah berupa peralatan – peralatan produksi sehingga kedepan dapat berkembanga dan mampu bersaing.


Dinas Perindustrian selaku OPD pembinaan akan terus mensuport dan mengupayakan alat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan harapan kedepannya IKM Pawon Pengsong ini menjadi usaha skala besar dan mampu bersaing di pasar regional.“Tugas kami adalah mengetahui kebutuhan industri kecil menengah seperti apa sehingga dapat menyiapkan kapasitas IKM untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ini yang disebut link and match, yaitu mempertemukan kemampuan pasok IKM dengan spesifikasi mitra usaha, serta bagaimana menjamin keberlangsungan usaha itu terus berjalan,” ujar Bq. Yunita.