19 Januari 2021

Launching Indonesia Food Inovation (IFI), IKM Didorong Mampu Beradaptasi dan Berinovasi

Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih membuka acara Webinar Indonesia Food Inovation atau IFI Selasa (25/8/2020). Tujuan kegiatan ini untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan pengembangan (scalling up) bisnis pada IKM khususnya komoditi pangan.Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih saat peluncuran secara virtual mengatakan, IFI merupakan program akselerasi bisnis bagi IKM pangan inovatif untuk memberikan kesempatan IKM pemula mengembangkan bisnis mereka menuju IKM modern yang marketable, profitable dan sustainable.

Selain nilai inovasi, tantangan akan penggunaan bahan baku lokal juga menjadi perhatian pada program IFI, hal ini untuk memacu para IKM pangan memanfaatkan sumber daya lokal Indonesia yang melimpah.

“Banyaknya sumber daya manusia produktif berusia muda yang berwirausaha serta bermunculannya inkubator-inkubator bisnis yang mencetak startup, khususnya di bidang makanan dan minuman saat ini juga diharapkan dapat ikut andil dalam melakukan lompatan kemajuan bagi ekonomi negara kita. ” Data dari Kemenperin, terdapat sekitar 1,86 juta unit usaha atau 43,41 persen dari total unit usaha IKM secara keseluruhan serta mampu menyerap 4,11 juta tenaga kerja di Indonesia.

Di sisi lain, masih banyak permasalahan yang menjadi hambatan bagi kemajuan IKM, di antaranya keterbatasan modal, manajemen yang belum profesional, belum terpenuhinya standar dan legalitas usaha, serta terbatasnya inovasi.Dari sisi eksternal dihadapkan dengan ketidakpastian pasokan, munculnya pesaing, produk baru, dan permintaan pasar yang sangat dinamis.

“IKM perlu mempersiapkan diri, harus mampu beradaptasi dan berinovasi dengan membaca trend dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun ekspor,” terang Gati.

Adaptasi dan inovasi merupakan kunci IKM untuk mampu bertahan, eksis, dan semakin berkembang di era persaingan yang semakin keras. Oleh karena itu, Disperin NTB akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada IKM agar memiliki daya saing yang tinggi dan siap tempur menuju NTB yang gemilang.