21 September 2020

Dinas Perindustrian NTB

Industri Bergerak | Ekonomi Meningkat | Masyarakat Sejahtera

TEKNIK PEWARNAAN ALAM (NATURAL DYEING) KAIN DENGAN MENGGUNAKAN ZAT PEWARNA ALAMUMBI KUNYIT

Oleh : Dra. Hafsah

Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan

Dinas Perindusttrian Provinsi NTB.

  1. Latar Belakang

Pada awalnya proses pewarnaan tekstil menggunakan zat warna alam. Namun, seiring kemajuan teknologi dengan ditemukannya zat warna sintetis untuk tekstil maka semakin terkikislah penggunaan zat warna alam. Keunggulan zat warna sintetis adalah  lebih mudah diperoleh, ketersediaan warna terjamin, jenis warna bermacam macam, dan lebih praktis dalam penggunaannya. Meskipun dewasa ini penggunaan zat warna alam telah tergeser oleh keberadaan zat warna sintesis  namun penggunaan zat warna alam yang merupakan kekayaan budaya warisan nenek moyang masih tetap dijaga keberadaannya khususnya pada proses pembatikan dan perancangan busana. Rancangan busana maupun kain batik yang menggunakan zat warna alam memiliki nilai jual  atau nilai ekonomi yang tinggi karena memiliki nilai seni dan warna khas, ramah lingkungan  sehingga  berkesan etnik dan eksklusif.  Dalam tulisan ini akan dijelaskan teknik pewarnaankaindenganmenggunakanpewarnaalamUMBI KUNYIT. Umbi Kunyit tidak hanya  memiliki kandungan untuk obat dan sebagai bahan minuman, yang berwarna kuning tetapi juga berperan penting sebagai salah satu bahan pewarnaan alami untuk  benang tenun  dan kain batik.

  • Umbi Kunyit

Proses pembuatanZatPewarnaAlam(ZPA) denganbahanbakuumbiKunyitdapatdilakukandengansalah satudari 2 (dua) carasebagaiberikut :

  • Cara pertama, umbikunyityang  sudah di cincangdicampurdenganairdengankomposisi3 kg kulitkayusecangdicampurdengan30 ltr air,kemudian dimasak/direbus menjadi 23 – 25 liter air, kemudian disaring dan dipisahkan dengan ampasnya.Kemudian air rebusanumbikunyittadi didinginkan dan dimasukkan kedalam wadah/baskom. Jika ingindipasarkan, dikemasdenganbotolataujerigen dan diberi label sesuaikeinginan..
  • Cara kedua,,umbikunyitdihancurkanmenjadibubuk, kemudiandimasukkankedalampanci yang bersih dan dicampur air denganperbandingan 2 liter air dicampurdengan 2 kilogram bubukumbikunyit, lalukemudiandirebus. Selesaidirebus, saring air rebusannya dan pisahkandariampasnyauntukkemudiandimasukkankedalambotol dan diberi label sesuaidengankeinginan.
  • TahapanPewarnaan Kain DenganZatPewarnaAlam (ZPA) Umbi Kunyit

Dalam proses pewarnaankaindenganmenggunakanzatpewarnaalamberbahanbakuumbiKunyit, adabeberapatahapan yang harusdilalui, yaitusebagaiberikut :

  1. Mordanting

Mordanting merupakan langkahpertanadalam proses pewarnaankaindenganmenggunakanzatpewarnaalam, langkah-langkahnyaadalahsebagaiberikut :

  • Menyiapkan kain yang akan di-mordanting (dicelup) menjadi 3 bagian  berukuran masing-masing25 cmuntuktiap jenis warna.
  • Bahanmordan (zat) yang digunakanantara lain soda abu, tawas, TRO (Turkeis Red Oil) yang bergunauntukmeningkatkankemampuanpenyerapanzatpewarnaalam pada kain, baikjenis sutra, lembaran batik dan benangtenun.
  • Rendambahantekstil yang akandiwarnaidalamlarutansabunnetralsebanyak2 gram/liter, bisaberupasabuncairatausabunbatangan. Perendamanbisa juga menggunakan TRO dengankomposisi yang sama. 
  • Perendamandilakukanselama 2 jam, bisa juga direndamselama 12 jam atausemalam. Setelah direndam, bahandicuci dan didinginkan.
  • Proses pewarnaan

Proses pewarnaandilakukandengancarasebagaiberikut :

  • Bahantekstilataukain yang telahmenjalani proses mordanting kemudiandimasukkankedalamwadah yang telahberisi ZPAUmbi Kunyit yang telahdisiapkan.
  • Perendamandalam ZPA Umbi Kunyit dilakukansecaraberhati-hati dan perlahanselama 10 – 15 menit, kemudiandiangkat dan dianginkan.
  • Perendamandilakukansecaraberulang-ulang, minimal selama 6 – 8 kali celup.
  • Perendaman/ pencelupandapatdilakukansemakinseringjikakitamenginginkanwarna yang lebihtuasesuaidenganselera.
  • Fiksasi

Fiksasiadalah proses mengunci dan memperkuatwarna/ hasilpewarnaandenganmenggunakan ZPA Secang agar tidakmudahluntur. Proses fiksasi memiliki 3 jenisunsuryaitu :

  • Tawas, digunakanuntukmempertahanwarnaaslikain/ bahantekstil. Caranya, sebanyak70 gramtawasdilarutkankedalam 1 liter air, kemudiankaindirendamselama 10 menit, untukkemudiandiangkat dan dianginkan.
  • Kapur, digunakanuntukmempertahankanwarnakain/ bahantekstil yang lebihterangdariwarnaaslinya. Caranya, timbang50 gramkapurtohor (gampingprongkal) kedalam 1 liter air, kemudiankaindirendamselama 10 menit, untukkemudiandiangkat dan dianginkan.

Tunjung, digunakanuntukmempertahankanwarnakain/ bahantekstil yang lebihterangdariwarnaaslinya. Caranya, timbang50 gramtunjungkedalam 1 liter air, kemudiankaindirendamselama 10 menit, untukkemudiandiangkat dan dianginkan.