8 Agustus 2020

Dinas Perindustrian NTB

Industri Bergerak | Ekonomi Meningkat | Masyarakat Sejahtera

NTB Miliki Potensi untuk Kembangkan Energi Terbarukan

Pada Rabu, 1 Juli 2020, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB mengadakan zoom meeting dengan Tim Percepatan Industrialisasi Pulau Sumbawa. Dalam pembukaannya, Ibu Kadis, Nuryanti, SE., ME memaparkan kondisi-kondisi ketimpangan jumlah IKM yang berada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Jumlah IKM di Pulau Sumbawa masih jauh di bawah jumlah IKM di Pulau Lombok. Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah implementatif dari tim untuk mempercepat pertumbuhan jumlah dan meningkatkan kualitas IKM di Pulau Sumbawa.

Selain membahas langkah percepatan pertumbuhan IKM di Pulau Lombok, Bu Nuryanti juga membahas potensi pengembangan Energi Terbarukan. Dalam pembahasan tersebut, ada paparan dari Ahli Energi Terbarukan yang juga merupakan dosen di Insitut Teknologi Bandung (ITB). Beliau adalah putra asli NTB yang berasal dari Bima, yaitu Prof. Abdul Waris. Beliau menjelaskan bahwa potensi pengembangan energi alternatif menjadi sebuah keniscayaan di tengah kebutuhan energi listrik yang terus meningkat.

“Ada beberapa energi alternatif yang bisa dikembangkan di NTB. Misalnya energi terbarukan dari angin, gelombang laut, air, dan matahari. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan” terang Prof. Waris. Pengembangan energi terbarukan di NTB harus menekankan sumber energi yang ada di lokasi tersebut serta bagaimana tujuan dari energi terbarukan itu. Maka sebelum pengembangan energi terbarukan, perlu ada identifikasi awal terkait sumber daya yang bisa dimanfaatkan dan untuk memenuhi kebutuhan apa?

Senada dengan itu, dua kandidat doktor bidang energi terbarukan yang juga sepasang suami istri, yaitu Ibu Rosmianti dan Pak Muhammad Satria menyatakan bahwa pemerintah perlu mengembangkan energi terbarukan. Kedua kandidat doktor ini juga sedang melakukan penelitian terkait converter untuk memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber daya untuk menghasilkan energi listrik.  

Lebih lanjut, Bu Nuryanti menjelaskan kondisi kebutuhan energi terbarukan di NTB. “Ada bantuan permesinan untuk pengolahan rumput laut di Lombok Timur, tetapi belum bisa beroperasi dikarenakan kekurangan daya listrik” jelas Ibu Nuryanti. Ibu Kadis juga berharap, adanya pilot project pengembangan energi terbarukan akan menjadi trigger untuk melahirkan industri lainnya. Harapan ke depannya, akan tumbuh IKM-IKM permesinan yang mampu memproduksi alat yang bersifat portable untuk kebutuhan rumah tangga serta skala yang lebih besar untuk kebutuhan industri.